Enjoy your life !!!





Minggu, 18 Oktober 2015

HAL-HAL YANG TIDAK DISUKAI OLEH SISWA

 
        
Hidup kita pasti terasa kurang sensasi jika tidak ada orang yang membenci atau tidak menyukai. Setiap orang adakalanya tidak menyukai satu sama lain. Dalam suatu hubungan sosial masyarakat pun setiap individu yang berinteraksi ada saatnya juga beberapa pihak tidak suka dengan pihak lain yang memiliki cara pandang tersendiri. Inilah uniknya kehidupan di bumi.
Begitu juga hubungan antara guru dan siswa di sekolah. Interaksi mereka sungguh beraneka ragam. Ada yang menjaga jarak hubungan antara guru dan siswa. Ada pula yang dekat dengan siswa. Itu semua tergantung dari pilihan masing-masing. Secara umum interaksi antara guru dan siswa seharusnya berjalan dengan biasa dan normal tanpa ada masalah. Mereka selalu bertemu setiap hari mengadakan kegiatan belajar mengajar baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. interaksi itu pun seharusnya menjadikan siswa senang dalam mengikuti pelajaran.
Kondisi sekarang kebanyakan siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pelajaran. Bisa jadi kurang suka dengan guru tertentu, tidak suka dengan pelajaran tertentu, atau cara mengajar gurunya yang tidak asik. Hal ini yang pernah saya alami ketika dulu menjadi siswa. Waktu itu beberapa hal yang tidak saya sukai diantaranya adalah cara mengajar guru yang kurang variatif. Ada juga sebab lain yang saya rasakan yakni peminatan pada pelajaran tertentu. Meski gurunya enak dalam mengajar tapi karena tidak ada minat pada pelajaran itu jadinya ya sekedarnya dalam mengikuti pelajaran tersebut dibandingkan mata pelajaran yang lebih diminati.
Nah kali ini saya akan tuliskan beberapa hal yang tidak disukai siswa berdasarkan apa yang saya rasakan dan saya alami langsung. Kebetulan saya sekarang sudah tidak menjadi siswa dan beralih fungsi menjadi guru. Hal-hal berikut ini banyak yang terjadi dan menimpa saya. Ini semua mungkin akibat saya kurang ajar dan kualat dulu saat menjadi siswa, hehe...

        1.   Mudah Marah
Lha ini sikap guru yang mudah sekali tersinggung dan naik darah. Sedikit-sedkit marah,ada waktu dimana siswa menyari perhatian, si guru langsung bereaksi dengan berteriak atau mengancam dengan hukuman. Hal ini seharusnya mulai dikurangi. Wong ya siswa itu butuh perhatian ya wajar mereka seperti itu. Trus bagaimana dengan saya? Secara saya masih minim jam terbang ya kadangkala saya juga masih bersikap begini,haha. Alangkah lebih baiknya tidak marah-marah dihadapan siswa supaya kesehatan mental siswa dan guru tetap terjaga.

       2.      Pilih Kasih
Setiap siswa ingin diberikan perhatian yang sama oleh guru. Mereka butuh perhatian selama di sekolah,hanya saja guru satu harus memerhatikan banyak siswa. Alhasil mungkin hanya beberapa siswa saja yang mendapatkan kepuasan perhatian dan kecenderungan guru yang lebih pilih kasih terhadap anak-anak yang biasanya sebagai bintang kelas atau yang dekat dengan guru. Siswa akan menganggap guru itu tak asik kalau sudah pilih kasih begini,sehingga respect mereka menjadi berkurang. Memberikan perhatian pada semua siswa tanpa pilih kasih adalah hal hebat yang harus dilakukan guru sehingga tidak ada siswa yang merasa tersisihkan.

        3.      Berpakaian Kurang Rapi
Guru dimana-mana selalu menjadi role model bagi siswanya. Setiap hari bertemu dan saling pandang. Siswa pastinya akan selalu mengamati penampilan gurunya. Sadar atau tidak siswa juga menilai penampilan  gurunya. Siswa akan suka terhadap guru yang mampu menjaga penampilannya. Pakaiannya rapi,rambutnya tertata, dan wangi pastinya siswa akan betah berlama-lama dengan gurunya. Beda dengan guru yang berpakaian ala kadarnya. Ala kadarnya ini tidak sama dengan sederhana. Siswa akan merasa kurang nyaman dengan guru yang berpakaian semrawut bajunya kisut, rambut acak-acakan bau badan lagi. Bisa jadi celaan siswa bahkan aib bagi guru itu sendiri. Jadi selalu jaga penampilan supaya siswa nempel terus,hehe.

4.      Jarang Masuk
Guru yang jarang masuk sangat merugikan siswa. Siswa merasa guru tersebut tidak sungguh-sungguh dalam memberikan ilmu dan lebih mementingkan kepentingan sendiri. Bagaimana mau disiplin siswanya,kalau gurunya saja tidak memberikan contoh kedisiplinan juga dalam hal kehadiran.

         5.    Suka Memberi PR Tanpa Mengoreksi
“Kerjakan pr hal ... sampai ...” kalimat wajib ini pasti sering terdengar menjelang pelajaran usai. Sebenarnya siswa tidak merasa keberatan oleh tugas yang diberikan karena tugas itu sebagai latihan di rumah.  Akan tetapi mereka bisa merasa sia-sia apabila guru tidak pernah mengoreksi pr yang diberikan atau mengoreksi tapi asal-asalan. Banyak siswa akan kecewa,yang semula rajin  mengerjakan menjadi malas karena semangat mereka mulai kendor. Siswa beranggapan gurunya tidak menghormati jerih payah dan keseriusannya dalam mengerjakan pr. Apalagi mereka tahu kalau pr yang diberikan tidak memengaruhi nilai rapornya. Hal ini akan berdampak siswa menjadi tidak mau mengerjakan atau mengerjakan dengan asal-asalan. Inilah pentingnya sikap apresiatif guru terhadap pr siswa. Guru harus konsisten dan mau meluangkan waktu untuk mengoreksi pr yang diberikan. Dengan begitu siswa merasa usahanya diapresiasi dengan baik oleh guru dan mereka tetap sungguh-sungguh dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan.

       6.      Berkata Kasar
Perkataan guru adalah salah satu hal yang dinilai dan didengar siswa. Bagaimana ia bertutur kata,sopan atau kasar. Setiap ucapan yang keluar dari mulut guru harusnya disampaikan dengan lembut dan santun. Tidak sebaliknya secara kasar yang berakibat menimbulkan kebencian dan permusuhan. Siswa bisa saja membalas dengan cemoohan terhadap guru yang sering berkata kasar. Walau sering siswa membuat kejengkelan, sebagai orang yang sudah dewasa wajibnya mengendalikan setiap perkataan dan perbuatan. Guru sebagai teladan harus memberikan contoh bagaimana bersikap dan berkata secara santun.  Agama saja menganjurkan berkata yang baik,kalau tidak bisa lebih baik diam.

       7.      Suka Menyuruh
Sering lho kejadian ini terjadi. Siswa membenci gurunya karena gurunya sering menyuruh seenaknya. Kalau untuk kepentingan siswa atau bersama tidak masalah. Usahakan tidak menyuruh siswa seenaknya kalau guru tersebut masih bisa melakukan sendiri. Siswa menganggap gurunya seorang otoriter yang egois jika setiap kali menyuruh untuk kepentingan dirinya sendiri.

       8.      Menghukum Semena-mena
Jaman sekarang siswa dihukum lama-lama seperti kewajaran saja. Bahkan ada siswa yang lebih senang dihukum daripada harus mengikuti pelajaran. Guru menghukum siswa sebenarnya tidak masalah jika memang beralasan dan sebagai teguran, yang menjadi masalah kalau bentuk hukumannya sudah melecehkan harga diri siswa. Hukuman yang diberikan jangan didasari atas kebencian,permusuhan dan emosi yang tak terkendali. Berikan hukuman yang bersifat positif. Misalnya, meringkas materi pelajaran,memberikan hafalan materi,memberikan tugas tambahan dan masih banyak lagi cara yang bisa dilakukan. Walau siswa terhukum tapi ia tetap masih dihargai sehingga mereka tetap akan hormat pada guru yang memberikan hukuman.
Beda kalau diberikan hukuman tidak wajar semacam harus berdiri di depan kelas sampai bel usai hal ini justru menimbulkan benih kebencian dari siswa. Siswa akan bertindak dengan caranya sendiri. Bisa saja setiap pelajaran ia akan bertindak onar karena ia merasa pernah dilecehkan. Ingat orang yang menanam akan menuai juga. Jadi perlu menjaga stabilitas emosional dan spiritual bagi guru itu sangat penting.

9.      Cuek di dalam dan luar kelas
Sebagai manusia kita harus membumi. Begitu juga sebagai guru, harus menjaga hubungan dengan siswanya. Jangan pernah segan untuk menyapa siswa walau hanya dengan senyum,salam, dan sapaan. Dengan 3S  akan terjalin hubungan emosional yang positif antara guru dan siswa. Guru yang terlalu cuek dengan siswanya tidak akan dicintai. Siswa juga akan segan untuk berinteraksi dengan guru yang cuek. Tetap menjaga hubungan baik jangan menganggap posisi guru lebih tinggi dan tidak pantas siswa untuk bertemu bahkan berinteraksi.

10.  Susah Dimintai Tolong
Menolong siswa harus menjadi karakter kuat guru. Membantu dalam belajar, kesulitan dalam memahami tugas, menjenguk siswa yang sedang sakit. Kalau guru susah dimintai tolong dan banyak alasan ini bisa menyakiti perasaan siswa. Ada hubungan timbal balik yang harus dijalani guru dan siswa. Guru harus menghindari sikap ini. Bukankan lebih enak kalau tercipta simbiosis mutualisme diantara guru dan siswa.

Itu tadi beberapa hal yang biasanya tidak disukai siswa dari sikap guru. Sebenarnya masih banyak hal lagi yang bisa kita amati dan renungkan. Tulisan ini sebagai sarana berbagi kepada pendidik dan utamanya sebenarnya sebagai pengingat diri saya bahkan tamparan ke muka sendiri untuk menjadi guru yang lebih memerhatikan siswanya.

BERBAGI SEBAGAI PENGINGAT DIRI

Kamis, 14 Mei 2015

TENTANG KEHIDUPAN SEKOLAH DASAR

               Mengajar dan mendidik sudah menjadi hal yang wajar sekiranya bagi seorang guru. Selama enam hari bertatap muka dengan siswanya entah di dalam kelas atau di luar kelas, sudah menjadi rutinitas dan tugas pendidik. Mulai dari menyiapkan rencana pembelajaran sampai implementasinya dalam pembelajaran. Persiapannya pun tak semata-mata hanya duduk manis di kelas lalu memberikan soal dan selesai sudah. Kalo dilihat dari rencana saja sudah akan menyita waktu untuk berpikir bagaimana skenario pembelajaran esok hari akan dilakukan. Belum lagi ketika guru harus dihadapkan oleh beberapa pilihan ketika rencana belajarnya tidak berjalan sesuai semestinya. Bisa saja skenario itu akan lenyap karena skenario yang telah tersusun rapi dibuat berantakan oleh banyak karakter anak di dalam kelas yang haus akan perhatian. Wajar sih wajar, ya beginilah indahnya mengajar anak SD. Mulai dari ribut, tidak suka dengan gaya belajar pada saat itu, ada yang tertinggal dan perlu bimbingan khusus, dan ada biang onar di kelas itulah beberapa tantangan yang dihadapi. Nah maka dari itu apabila skenario tidak berjalan perlu berpikir keras untuk menyiapkan opsi pembelajaran lain yang tidak mengacaukan kelas. lagi dan lagi perlu keterampilan mengalihkan pembelajaran dengan cara lebih dimengerti. Mengubah situasi secara kilat pun mesti dilakukan.

 Saya selama terjun langsung ke kehidupan mengajar Sekolah Dasar benar-benar memeroleh tantangan yang begitu nyata dan unik. Karakter setiap kelas dan setiap anak benar-benar hebat. Banyak karakteristik siswa yang mesti diselami supaya pembelajaran bisa berjalan dengan baik. Kalau boleh dibilang guru harus “ngemong” entah itu kelas rendah atau kelas tinggi. Kebanyakan orang bilang mungkin mengajar itu gampang, mungkin dengan sudut pandang mengajar hanya memberikan informasi dan siswa tahu sudah itu saja. Kenyataannya? Tidak sesederhana itu. Kalau supaya siswa tahu dan paham saja bisa, tapi tidak bakal semua karena masing-masing memiliki kecepatan berbeda dalam menerima informasi. Itu saja sudah tantangan tersendiri untuk membuat anak dalam kelas maju bersama beriringan. Belum lagi nanti tingkah laku mereka yang dalam usianya sedang senang menirukan apa yang mereka lihat dan dengar. Imitasi adalah fase mereka saat itu dan perlu pengarahan dari seorang guru untuk mendidik mereka supaya terarah dan memiliki sikap santun dimana pun mereka berada. Era globalisasi sekarang menuntut guru untuk melakukan pembentukan karakter siswa yang berbudi pekerti luhur.

Saya rasa pembukaan cerita sudah terlalu panjang,hehe. Kembali ke cerita yang sebenarnya akan saya sampaikan. Banyak sekali kejadian di sekolah yang membuat saya terkadang sedih, senang, bangga, puas, kecewa dan semua perasaan sudah pernah saya rasakan dan teraduk menjadi satu di lingkungan ini. Menghadapi anak-anak sd sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Ada perbedaan sensasi mengajar kelas rendah (1-3) dan kelas tinggi (4-6). Perlakuan kepada mereka beda pula. Perlu kesabaran ekstra untuk mengajar kelas rendah, tapi untuk kelas tinggi juga sebetulnya sama saja. Bedanya kalau kelas tinggi sudah lebih mengerti dan mudah untuk dikendalikan ketika ribut, tapi kelas rendah kalau sudah ribut.....argggghhhh.... harus kuat iman dan sabar dengan tingkah laku mereka. Khususnya kelas satu dan dua, mereka masih senang untuk bermain. Ya karena masih dalam fase perkembangannya. Kalau untuk siswa kelas ini ada rasa geli, lucu dan gemas oleh tingkah mereka. Misalnya saja ada yang tahu-tahu berkelahi di kelas, semua anak maju tanpa disuruh untuk bertanya apa tulisannya benar padahal sudah diberi contoh di papan tulis, nah ini yang khas yang melekat pada jiwa mereka baik laki-laki atau perempuan sama saja kebanyakan mahir memainkan tangan mereka yang gatal dengan memukul-mukul meja(saya dulu juga begitu sebagai siswa,hoho). Ada saja setiap kali mengajar terkekeh dengan tingkah polos mereka untuk diajarin suatu hal tapi kalau sudah memancing emosi naudzubilah darah sudah berasa di ubun-ubun. Mau marah salah tidak marah ntar darah tinggi, hehe. Intinya mengajar kelas rendah ini perlu jiwa asuh dan ekstra sabar yang tidak boleh dibatasi. Perlu kontrol diri untuk tidak marah-marah di depan anak-anak karena nanti akan berakibat serangan mental kepada mereka dan sampai sekarang pun saya masih gagal, haha. Saya masih labil dan jiwa muda saya masih bergejolak untuk marah-marah, masih perlu banyak belajar kontrol diri dan manajemen kelas. Masih payah aku mah.

Beda sensasi dengan mengajar kelas tinggi. Siswa dari kelas ini bisa dikatakan sudah lebih “ndolor” kata orang jawa. Mereka sudah lebih mengerti instruksi dan mimik bahasa tubuh saya kalau tidak menyukai sikap dari mereka yang menyimpang. Mereka lebih mudah dan siap untuk diarahkan. Tapi kembali ke sifat kekanakan mereka ya sama saja ketika sudah mengalami fase jenuh pasti akan melakukan hal yang lebih mengasyikan. Bedanya mereka menyalurkan ke hal lain seperti misalnya malah menggambar di buku ketika pelajaran, menulis surat, atau membuat mainan selama mereka tidak mendapat teguran. Di fase kelas ini juga siswa mulai berpikir kritis, apa yang disampaikan guru tidak serta merta mereka terima. Pernah saya salah dalam menjelaskan materi dan ada kesalahan dan di protes, hehe. Itu juga menjadi teguran bagi saya untuk lebih teliti lagi. Ada lagi ketika muncul pertanyaan yang super sekali dari mulut mereka dan membuat saya gelagapan untuk menjawab. Sejenak saya berpikir lebih baik saya jadikan PR saja daripada saya harus menjawab asal dan harus membohongi mereka dengan jawaban ngawur. Toh itu juga bukan berarti guru tahu segala hal, manusia tempat lupa. Bukan berarti guru yang tidak bisa menjawab pertanyaan muridnya akan merasa rendah dihadapan muridnya. Justru ini sebagai cambuk untuk saya dan pendidik lain untuk terus belajar sepanjang hayat. Lebih baik jujur kepada siswa saat belum tahu pasti jawaban dari pertanyaan siswa daripada menuruti gengsi yang justru menjerumuskan mereka. 

Bersikap terbuka melatih siswa untuk mengerti dan mengakui keterbatasan kita sebagai manusia serta melatih kejujuran ketika kita tidak tahu akan sesuatu hal. Kebanyakan siswa akan diam ketika ditanya ada tidak yang belum jelas atau ada pertanyaan dan akan membisu ketika diberi pertanyaan. Perlu untuk melatih mereka berani mengungkapkan pendapat dan pertanyaan. Saya juga pernah mengalami didebat oleh anak-anak yang notabene bintang kelas. Dari mereka juga saya belajar ternyata anak-anak ini punya cara tersendiri menyelesaikan suatu masalah. Saya sangat senang dan bangga kalau berhadapan dengan mereka. Hal ini berarti mereka ada kemauan untuk menjadi beda. Jujur saja kalau soal mengajar saya lebih menyukai mengajar siswa kelas tinggi dibanding kelas rendah. Alasan utama ya itu, saya masih membatasi kesabaran saya. Untuk berhadapan dengan siswa kelas rendah masih payah. Jiwa ngemongnya belum ada hehe. Kalau kelas tinggi ya karena itu mereka sudah sedikit lebih “ndolor” dan tinggal diarahkan. Walaupun sebenarnya menjadi guru SD harus siap dengan segala hal dan segala kondisi. Hal ini masih menjadi pelecut semangat saya dalam memerbaiki diri. Semoga saya diberi kesempatan untuk menjadi pribadi lebih baik dan siap dalam mengarungi dunia pendidikan yang nantinya melejitkan tunas-tunas muda pengharum nama bangsa.

TETAP MENGABDI DEMI NEGERI WAHAI PENDIDIK, BELAJAR SEPANJANG HAYAT DAN TETAP SELALU BERSYUKUR.

Sabtu, 07 Februari 2015

BERBAGAI BENTUK NIKMAT

Nikmat itu pastinya dirasakan oleh setiap manusia. Hanya orang tak bersyukur saja yang mengkufuri nikmat. Setiap yang lahir di dunia akan mendapatkan nikmat dari sang kuasa. Bayi baru lahir pun sudah akan merasakan nikmat yang luar biasa. Ia akan memeroleh nikmat menghirup udara segar semenjak dikurung dalam kandungan kurang lebih 9 bulan, dapat menangis untuk pertama kalinya, terbebas dalam rahim ibunya hingga merasakan dunia yang sebenarnya. Setelah lahir ia akan beranjak menjadi balita yang mulai tumbuh dan berkembang atas kasih sayang dari kedua orang tuanya. Beranjak memasuki masa sekolah dengan kehidupan interaksi dengan orang lain, dan hingga beranjak tua. Semua tahapan itu mustahil dilalui jika tanpa ada nikmat yang dirasakan.

            Nikmat itu ada yang bisa kita dapatkan secara cuma-cuma dan ada yang kita usahakan. Contoh secara cuma-cuma nikmat dalam hal bernafas. Sejak lahir kita sudah diberikan nafas gratis demi kelangsungan hidup manusia. Subsidi nafas itu akan habis mana kala kita menjemput ajal. Bisa dihitung berapa udara yang kita gunakan selama hidup ini. Jika harus dibeli dengan uang berapa biaya yang mesti dikeluarkan. Lihat saja tabung oksigen di rumah sakit yang digunakan oleh pasien yang dipakai untuk menyelamatkan hidupnya. Persediaannya terbatas dan pasti harus diganti dengan uang yang tidak sedikit. Segala puji bagi Alloh yang memberikan manusia nikmat nafas secara cuma-cuma ini. Ketika bangun tidur bisa dipastikan kita sudah memeroleh nikmat, masih bisa membuka mata, masih bisa menghirup udara segar bahkan beraktivitas dengan normal sungguh karunia Tuhan yang maha hebat. Belum lagi kita diberikan organ dan alat tubuh yang berfungsi normal. Tidak ada yang bisa menggantikan nikmat ini. Semuanya gratis namun tak berhingga harganya.

Punya otak yang memiliki bermilyar syaraf yang menjadi sistem kendali semua organ tubuh untuk bergerak dan melakukan sesuatu. Jantung yang berdenyut setiap saat tanpa henti (kalau berhenti bahaya hehe). Paru-paru yang selalu memompa setiap aliran udara yang masuk dan keluar. Lima indra yang berfungsi dengan super hebatnya, mata yang melihat dengan baiknya, telinga mendengarkan segala bentuk bunyi, lidah yang mengecap berbagai rasa sehingga tidak hambar, hidung sebagai jalur utama co2 dan o2 berhembus. Kulit yang menyelimuti daging dan tulang serta untuk merasakan rabaan sungguh karya nyata yang nampak dan tak ada yang bisa membuatnya. Berkah yang sangat berharga bagi manusia. Manusia bisa beraktivitas berjalan dengan kaki yang normal, punya tangan untuk digunakan untuk membuat berbagai karya yang menakjubkan  itu semua hanya bisa dilakukan dengan dibarengi oleh nikmat kesehatan. Manfaatkan masa sehatmu sebelum masa sakitmu. Sehat itu mahal harganya. Jika kita sakit baru sadar kalau kesehatan itu penting. Ketika sakit berapa biaya yang akan dikeluarkan pastinya tidak sedikit. Semua orang ingin selalu sehat orang sakit akan berusaha untuk sehat entah biaya yang harus dikeluarkan. Maka dari itu nikmat sehat harus dijaga sebaik mungkin. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bentuk pola hidup sehat untuk kehidupan lebih produktif. Dengan sehat segala urusan pasti lebih terasa ringan untuk dilalui. Sehat tidak hanya secara fisik tapi juga psikis. Jiwa yang sehat juga harus diberi asupan nutrisi dan vitamin. Hal ini untuk menjaga kehidupan menjadi lebih tenang dan bahagia dengan nikmat sehat yang disyukuri selalu. Itu baru beberapa nikmat gratis yang dirasakan.

Nikmat yang bisa diusahakan seperti nikmat untuk makan, minum, memeroleh harta benda dan kebutuhan hidup yang diusahakan dengan bekerja. Bisa berinteraksi dengan orang lain yang seyogyanya manusia sebagai makhluk sosial juga bentuk nikmat. Kalau berbicara tentang nikmat yang diperoleh manusia pasti tidak ada habisnya. Namun kebanyakan banyak orang kufur akan nikmat, lupa dengan siapa yang memberi nikmat. Selalu merasa kurang atas nikmat yang dirasakan. Rejeki, kesehatan, hidup bahagia, dan macam lainnya adalah berbagai bentuk nikmat yang ada. Sebagai insan manusia yang baik perlu disadari bahwa semua itu adalah pemberian Illahi yang patut disyukuri dengan bijak. Berbagi dengan sesama yang membutuhkan adalah tindakan sederhana dalam bersyukur. Tidak perlu menjadi manusia yang sombong dan membanggakan diri atas usaha yang diraih, itu semua karena kehendakNya. Maka dari itu mari kita sebagai penikmat Nikmat harus pandai bersyukur dan menjalani hidup ini dengan lebih berguna dalam Bumi Alloh ini. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Syukur adalah salah satu tanda keimanan seseorang. Syukur menjadikan jiwa seseorang sehat maka NIKMAT TUHANMU MANA YANG KAU DUSTAKAN.

Minggu, 25 Januari 2015

PENDORONG KESABARAN

            Orang tua seringkali memberikan petuah kepada anak muda bahwa dalam menjalani hidup harus dibekali dengan rasa sabar. Namun di zaman sekarang yang segala sesuatu serba cepat berubah ada saatnya sabar itu tenggelam oleh segala sesuatu yang instan untuk mencapai sesuatu. Inginnya segalanya mudah didapat, padahal untuk memeroleh sesuatu akan ada hambatan yang menyertai.

            Dalam bahasa Jawa ada istilah watak dan watuk. Dua kata beda satu huruf yang memiliki arti beda. Watak itu tabiat atau karakter yang tidak dapat diubah dan harus diterima apa adanya (taken for granted). Kalau watuk itu adalah sakit batuk. Sakit batuk itu bisa diobati.

            Nah lalu hubungannya watak dan watuk dengan kesabaran adalah begini ;

           Jika kita mengambil sudut pandang sabar sebagai watak maka kita tidak bisa merubah apa yang ada dalam diri sendiri atau seseorang. Hal itu merupakan sifat dasar yang telah melekat dalam diri. Orang yang tidak sabar tidak bisa dirubah menjadi sabar atau lebih sabar kalau itu sudah menjadi tabiat. Konon menurut istilah orang Jawa watak konon tidak bisa disembuhkan/diubah. Sebaliknya kalau sabar sebagai watuk maka sikap orang tidak sabar layaknya sebuah penyakit yang ada obatnya, masih bisa disembuhkan dan diobati. Sikap orang tidak sabar ini masih bisa diubah menjadi lebih baik, lebih sabar atau bahkan sangat sabar.

            Anggapan bahwa sabar dan tidak sabar itu bawaan sejak lahir dari sononya sebenarnya salah juga. Kita berarti mengingkari segala kedinamisan di kehidupan ini bahwa segala sesuatu terus berubah termasuk kepribadian manusia (Transfiguration of man). Kesabaran itu juga ilmu yang bisa dipelajari oleh semua orang. Tinggal bagaimana niat dan tindakan yang mengiringi dan menjalaninya. Sabar bisa dilatih dengan kesungguhan hati. Agar kesungguhan itu selalu menaungi berikut faktor-faktor pendorong kesabaran :

a.      Keyakinan mendalam bahwa dunia dan isinya adalah milik Alloh SWT
            Dunia dan alam semesta ini milik Alloh. Inilah yang kita yakini dalam ajaran Islam. Kita akan terbebas atau minimal tidak terlalu merasa sedih, galau, gelisah atau gundah manakala kehilangan sesuatu. Hal itu karena kita ingat bahwa semua itu hanya titipan-Nya saja sehingga rasa sabar itu menjadikan ringan suatu cobaan. Ingat semua itu milik Alloh SWT.

b.      Memahami hakikat kehidupan
Hidup di dunia adalah kehidupan yang fana, tidak kekal dan abadi. Tak selalu indah pasti adakalanya terjadi hal yang tak diinginkan. Nikmatnya dunia memang merupakan surga dunia yang tak abadi. Urip mung mampir ngombe. Kehidupan dunia itu seperti jembatan penyeberangan menuju akhirat yang kelak menjadi tempat tujuan terakhir. Dalam mengarunginya tentu ada banyak rintangan dan cobaan. Akan ada banyak ujian yang mesti ditempuh untuk menempatkan seseorang layak mengisi kuota surga abadi yang dielu-elukan insan manusia. Dari sini Alloh melalui kehidupan di dunia menyeleksi makhluknya mana yang memiliki akhlak baik dan mana yang buruk. Manusia yang memahami hakikat hidup akan lebih sabar dalam menjalaninya, beda dengan mereka yang menganggap bahwa dunia adalah nikmat yang mesti digunakan selagi masih hidup dengan hura-hura semata tanpa berpikir kehidupan setelah kematian yang merupakan masa pertangunggjawaban hidupnya di dunia. Hakikat kehidupan ini sebenarnya adalah ujian. Manusia yang paham akan memiliki mental dan persiapan diri. Dengan demikian perubahan apapun yang terjadi akan tetap membuat nyaman dengan kesabaran yang dimiliki.

c.       Meyakini ada kemudahan dibalik kesulitan
Orang-orang beriman akan tetap optimis dalam menghadapi kesulitan. Letupan optimisme akan terjaga meski dalam kondisi tersulit sekalipun. Janji Alloh SWT akan adanya kemudahan bersama dalam kesulitan. Alloh berfirman , “Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”(Q.S. Alam Nasyrah[94]: 5-6)

Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, komposisi antara kemudahan dan kesulitan adalah dua berbanding satu. Satu untuk kesulitan dan dua untuk kemudahan. Kenapa bisa begitu ? dijelaskan bahwa kesulitan tertulis Al-‘Usri, menggunakan Al yang secara bahasa diartikan bahwa eksistensi Al-‘Usri yang pertama sama dengan eksistensi Al-‘Usri yang kedua. Jadi hanya ada satu kesulitan. Adapun kata kemudahan Yusra tanpa al, artinya Yusra yang pertama beda dengan Yusra yang kedua. Jadi ada dua kemudahan dalam ayat itu.

Dalam kehidupan ini sudah banyak bukti bahwa kesabaran dalam kesulitan membawa kesuksesan dalam dirinya. Jalan lebar kesuksesan terbentang luas setelah melewati lorong kesulitan yang sempit. Bukti nyata bisa dilihat dari kisah Nabi Muhammad SAW melalui kesabaran dalam melalui kesulitan. Yakin saja ada banyak kemudahan dibalik kesulitan.

d.      Merasa yakin bahwa pertolongan Alloh itu dekat
Orang beriman tempat bergantungnya pasti kepada Alloh. Sesulit apapun keadaanya mereka pasti tetap memiliki tempat mengadu. Realita ini adalah bentuk kesabaran dari orang beriman, walau dalam keadaan sulitpun mereka masih mengingat Alloh. Keyakinan bahwa pertolongan Alloh itu dekat menjadikan kita selalu berprasangka baik atas segala ketetapan-Nya. Sikap mental yang demikian membawa kebaikan dalam hidup orang-orang beriman. Rasululloh SAW bersabda “Alloh berfirman, ‘Saya bergantung pada prasangka hamba-Ku, sekiranya ia berprasangka baik, akan berdampak baik dan sekiranya ia berprasangka buruk, maka akan berdampak buruk.’” (H.R. Muslim, Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Hibban)

Jika kita beriman maka singkirkan perasaan khawatir akan masa depan, merisaukan nasib dan gelisah dalam menghadapi problematika hidup. Cukup Alloh yang memberikan petunjuk dan pertolongan.

e.      Percaya akan ketentuan Alloh SWT
Kita harus sadar kehidupan ini ada yang mengatur. Segala sesuatu telah ditetapkan sang Illahi. Manusia diberi akal budi dan kebebasan mengelola alam dan dirinya. Tetapi sebaik pemberi keputusan adalah Ketetapan Alloh mana yang baik bagi hamba-Nya. Sang Khalik telah mengukur dan memerkirakan segala ketetapan sesuai kadarnya. Ada Qadha’ dan Qadhar sebagai ketentuan Alloh. Semua telah tertuliskan rapi.

Dalam sebuah hadis Rasululloh bersabda “Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Alloh mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan jalan hidupnya sengsara atau bahagia. ” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

Menurut hadis tersebut segala sesuatu memang telah ditetapkan, tapi ada takdir yang masih bisa diubah, yakni rezeki dan nasib manusia. Asalkan manusia itu mau berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mengubah nasibnya.

Dari  sini bisa kita pahami yang terpenting dalam hidup bagaimana kita memandang kehidupan ini sebagai jalan meraih ridho-Nya. Setiap apa yang kita lakukan niatkan sebagai amalan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Mari jaga Sholat, ibadah, dan hidup kita hanya untuk Alloh SWT. Terus menjadi insan yang selalu memerbaiki diri.

Sumber : Buku Quantum Sabar & Syukur penulis Abdullah Al-Fathany

Sabtu, 17 Januari 2015

ENAM KECERDASAN ERA KONSEPTUAL

           Seiring perkembangan waktu kita hidup di dunia nyata ini pasti dihadapkan akan berbagai perubahan yang terjadi baik di segala bidang kehidupan. Perubahan yang terjadi bisa secara lambat atau cepat sekalipun. Revolusi inilah yang mestinya dipikirkan oleh orang yang hidup di jaman sekarang untuk terus mengkaji perkembangan yang terjadi baik teknologi,informasi dan bidang penghidupan lain supaya tidak terjadi disharmonisasi antara pergerakan perkembangan dan kebutuhan hidup manusia. Sebagai makhluk yang harus beradaptasi memenuhi tuntutan zaman supaya tak tertinggal dan makin tergerus oleh arus globalisasi ini maka manusia dihadapkan oleh tantangan era abad 21.

            Revolusi era yang telah terjadi di abad 21 ini seperti yang diketahui dimulai dari era bercocok tanam hingga sekarang ini yakni era konseptual. Kalau dibuat urutan, menurut Daniel Pink urutan era perubahan sebagai berikut :

            Era Agrikultur >>> Era Industri >>> Era Informasi >>> Era Konseptual
            Abad 18               abad 19           abad 20               abad 21

            Diawali pada abad 18 yang ditandai dengan pertanian dan peternakan yang mendominasi era ini sehingga sebagian besar masyarakat menjadikan ini sebagai mata pencaharian. Era industri ditandai dengan kemajuan dalam mengolah suatu benda dengan melibatkan mesin dan tenaga manusia. Ciri-ciri pokok masa ini adalah kekuatan fisik dan ketrampilan pribadi. Berlanjut ke era informasi yang lebih menitikberatkan arus informasi dan pengetahuan era industri mulai memudar dan era ini ditandai dengan banyak bermunculannya pekerja pengetahuan dengan kecakapan pemikiran otak kiri. Tuntutan zaman yang semakin banyak muncul lagi di abad 21 sekarang yakni era konseptual dimana era ini ditandai dengan penciptaan suatu hal baru yang sebelumnya belum pernah ada dan terbatas. Era ini akan didominasi oleh pekerja yang kemampuan khasnya berkebalikan dengan saat era informasi yakni pekerja dengan pemikiran otak kanan (pekerja seni).

            Pada era konseptual ini, kita sebagai makhluk pembelajaran perlu adanya penalaran lebih yang diarahkan otak kiri dengan memelajari dan menguasai enam kecerdasan yang diarahkan otak kanan. Enam kecerdasan yang menjadi tuntutan di era konseptual ini seperti yang dijelaskan Daniel Pink dalam bukunya Misteri Otak Kanan Manusia yakni :

1.      Tidak hanya fungsi tetapi DISAIN
Menciptakan suatu produk,jasa, gaya hidup, atau pengalaman saja sekarang tidak memadai. Perlu adanya penghargaan personal dalam menciptakan sesuatu yang indah, fantastis, dan menarik secara emosional.

2.      Tidak hanya argumen tapi juga CERITA
Ketika kehidupan telah dipenuhi oleh informasi dan data, mengumpulkan argumen sudah tidak memadai. Perlu dikemas dengan cerita karena entah dimanapun seseorang akan menemukan sesuatu yang berbeda untuk membantah maksud yang ada. Esensi dari persuasi, komunikasi dan pemahaman telah menjadi kemampuan dalam menciptakan suatu kisah yang menarik.

3.      Tidak hanya fokus tapi juga SIMPONI
Era industri dan era informasi membawa tuntutan seseorang harus membutuhkan fokus spesialisasi. Di era konseptual ini perlu adanya penggabungan spesialisasi yang berjalan beriringan menjadi simponi yang menggabungkan bagian-bbagian terpisah menjadi satu kesatuan baru yang mengesankan.

4.      Tidak hanya logika tapi juga EMPATI
Pemikiran logis adalah satu hal yang membuat seseorang menjadi manusia. Tapi dengan terus berkembangnya dunia melalui informasi yang terus bergerak dengan logika saja tidak bisa. Perlu digunakan juga rasa Empati dimana orang yang menyeimbangkan logika dan empati akan berkembang lebih baik dibanding yang lain. Yang membedakan adalah mereka lebih cepat mengenal dan memahami perkembangan dan pergerakan orang lain yang bisa dirasakan melalui sikap empati tersebut.

5.      Tidak hanya keseriusan tapi juga PERMAINAN
Bukti yang menunjukkan kepada kesehatan yang besar  dari tertawa, sisi humor dan sikap tenang berdampak positif pada kehidupan seseorang yang memiliki kualitas baik. Ada saatnya serius tapi jangan pernah melupakan permainan. Permainan itu juga suatu kebutuhan untuk jiwa.

6.      Tidak hanya akumulasi tapi juga MAKNA
Memiliki kelimpahan materi di dunia pasti menarik. Menarik perlu diarahkan juga ke hal-hal yang mebuat hidup lebih bermakna, secara sederhana dengan berbagi dengan sesama yang kurang beruntung hidupnya.

DISAIN, CERITA, SIMPONI, EMPATI, PERMAINAN, DAN MAKNA. Enam kecerdasan di era konseptual ini akan mendorong kehidupan seseorang untuk lebih siap dan maju menghadapi tantangan di masa akan datang. Sebagian akan menerima perubahan dan sebagian akan menolak perubahan. Bagaimana perubahan yang akan terjadi ke depan ? Mari dijalani dengan terbaik.