Enjoy your life !!!





Minggu, 04 Januari 2015

TERUSLAH MENJADI PEMBELAJAR



Belajar merupakan hal lumrah yang dilakukan manusia selama ia masih hidup. Bicara tentang belajar selama hidup tidak lepas dengan ilmu apa yang akan didapat dan hal penting apa yang akan diperoleh. Banyak sekali yag terjadi, kita belajar namun tidak memeroleh ilmu yang sekiranya bermanfaat untuk diri sendiri bahkan hambar dan menguap begitu saja dari pemikiran. Dibalik itu semua kehidupan ini mengajarkan kita akan banyak hal mulai dari suatu peristiwa sederhana sekalipun. Misalnya saja,bertemu dengan orang yang baru dikenal. Ada banyak hal yang bisa diambil sebagai pembelajaran mulai dari hal membuka suatu percakapan, mengenal karakter seseorang dari perilakunya, bersikap ramah, dan masih banyak lagi hal yang bisa dipelajari dari suatu perisitiwa. Tanpa kita memiliki kemampuan dasar sebagai akibat dari kita belajar untuk melakukan sesuatu hal, notabene manusia sebagai pribadi pembelajar bisa dibayangkan bagaimana susahnya menjalin interaksi dengan pribadi lain yang memiliki beranekaragam sifat.

            Belajar memang bukan proses yang mudah, kalaupun mudah pasti tidak akan dilakukan terus menerus. Perlu usaha yang keras dalam kita menimba ilmu. Butuh komitmen dan konsistensi yang relatif harus selalu dijaga ditambah dengan disiplin diri yang memperkuat seseorang untuk benar-benar niat belajar. Ditengah usaha tersebut pastinya akan banyak sekali godaan dan hambatan yang menerpa. Niat pun belum cukup tanpa diimbangi dengan pemaksaan diri untuk benar-benar mencari ilmu. Hambatan akan tetap ada selama sedang terjadi proses belajar. Hal itu justru merupakan cara terbaik dalam memeroleh ilmu yang manfaat. Anak-anak sekolah mengalami hambatan ketika belajar dari kesulitan mengerjakan pr sampai melengkapi tugas yang diberikan oleh guru, guru yang tidak disukai, susah menerima pelajaran di kelas, ditambah lagi mengikuti les atau ekstra yag melelahkan.

Lain dengan orang dewasa yang mengalami hambatan yang berbeda. Kesibukan dan aktivitas yang menjadi rutinitas akan menjadi alasan dalam menghambat untuk belajar. Perlu adanya pembagian waktu untuk kerja,keluarga, dan belajar yang baik supaya hal tersebut dapat berimbang sesuai kadarnya. Biasanya waktu kerja lah yang paling banyak menyita tenaga dan pikiran sehingga konsentrasi untuk belajar hal lain pun tidak dapat maksimal bahkan tidak dapat dilakukan.

Lalu bagaimana cara kita dalam mengembangkan diri dengan ilmu yang akan kita cari? Nah untuk kali ini yang akan dibahas adalah cara mendapatkan ilmu dengan enam perkara ini :

1.      Akal sehat (kecerdasan)
Belajar harus memiliki akal pikiran yang sehat. Tanpa akal sehat mana mungkin dapat mengaplikasikan ilmunya. Setiap dari kita memiliki potensi yang besar untuk berkembang sesuai apa yang diinginkan. Tinggal bagaimana setiap pribadi mau mengembangkan potensinya. Hanya kemalasan yang akan mengubur potensi seseorang.

2.      Ketamakan (terhadap ilmu)
Tamak merupakan sifat yang harus kita hindari. Orang yang tamak pastinya tidak akan disukai oleh orang lain. Tapi untuk tamak yang satu ini justru diharuskan yakni tamak terhadap ilmu. Tamak adalah keinginan yang terus menerus dan tak berhenti untuk mencapai suatu keinginan. Satu hal selesai dan ingin menambah hal baru yang dapat menambah ilmu. Rakus akan ilmu ibarat orang yang setiap hari makan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tamak terhadap ilmu merupakan isyarat supaya kita tidak cepat puas dengan ilmu yang dimiliki. Puas terhadap ilmu yang dimiliki merupakan bentuk kesombongan dalam menerima tambahan ilmu lagi.

3.      Kesungguhan
Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu merupakan landasan dasar menerima ilmu. Seorang pembelajar tidak akan memeroleh ilmu jika tidak bersungguh-sungguh dalam belajar. Kesungguhan belajar tercermin dari perbuatan yang dilakukan sehari-hari bermanfaat atau tidak. Jika masih banyak waktu terbuang sia-sia maka kesungguhan itu tidak nampak. Lakukan hal yang bisa dilakukan saat itu juga, jangan menunda kalo hari itu bisa dilakukan. Menunda hanya akan menambah beban energi untuk menyelesaikan suatu hal. Komitmen dengan hal yang sudah direncanakan ditambah motivasi kuat untuk melawan hambatan yang menghadang.

4.      Harta benda (bekal)
Belajar memerlukan harta yang harus dikeluarkan, belajar tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk mengetahui cara pembuatan sesuatu saja kita perlu membeli buku panduan yang harus dipelajari sebelum diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya perlu merogoh kocek untuk membeli buku tersebut. Memang belajar sesuatu perlu biaya salah satunya.  Walaupun untuk saat ini kita bisa mendapatkan ilmu secara gratis melalui berbagai pelatihan atau meminjam buku di perpustakaan.  Belajar harus diyakini sebagai investasi di masa yang akan datang untuk kemajuan diri. Belajar untuk menaikkan kelas menuju kehidupan yang lebih baik. Jangan pernah berhenti untuk belajar. Yakin saja biaya yang dikeluarkan selama kita belajar adalah investasi masa depan.

5.      Bergaul dengan guru
Mendapatkan ilmu bisa diperoleh sendiri secara otodidak. Kalaupun tidak bisa sendiri bisa melibatkan orang lain yang mahir di bidangnya. Belajar terbaik adalah belajar dengan guru yang ahli di bidangnya. Kita bisa menyerap ilmu yang diberikan dan mendalami ilmu tersebut sehingga ada yang mengarahkan mau digunakan untuk apa ilmunya.

6.      Waktu yang memadai
Waktu ini berkaitan dengan proses untuk belajar. Proses untuk memeroleh ilmu dan keterampilan. Tidak ada yang instan. Membuat mie instan pun juga butuh proses untuk menjadi matang. Butuh alokasi waktu yang memadai untuk belajar supaya proses belajar berlangsung dengan baik.
Acapkali kita iri terhadap keberhasilan seseorang. Kita takjub dengan kelebihan yang mereka miliki. Dibalik itu ada pengorbanan besar yang mereka lakukan yang tidak kita ketahui. Seseorang telah mengorbankan tenaga, pikiran dan waktu untuk mencapai kemampuan tersebut. Kalau begitu masihkah harus iri dengan pencapaian seseorang ? apa yang sudah kita lakukan harus jadi tolok ukurnya.

Masih akankah untuk berhenti belajar ? siapkan diri kita menjadi pembelajar yang baik sepanjang hayat. Kemajuan dan masa depan yang gemilang sudah menanti untuk dijemput.

0 komentar: