Enjoy your life !!!





Minggu, 24 Agustus 2014

M55 MY LUCKY BEST PARTNER


Tahun 2008 adalah awal perjumpaanku dengan barang ini. Saat-saat itu masih terasa asing dalam genggamanku bentuk dan lekuk tubuhnya yang mungil dan aneh dibanding dengan hp yang beredar di kalangan teman SMA ku pada masa itu. Awalnya saya membeli hp ini seharga dua ratus lima puluh ribuan, dan menurut saya harga tersebut pada masa itu masih terasa mahal jika dibandingkan hp lain yang lebih canggih yang bisa dibeli dengan harga yang sama. Saya masih asing dengan hp ini melalui pendekatan secara perlahan saya coba mengenalnya dari luar sampai ke dalam-dalamnya. 

Resmi saya menjadi pemilik hp ini ketika saya baru naik kelas 3 SMA. Saya tertarik oleh bentuk hp ini yang lain dibanding hp kawan-kawan saya yang umumnya beredar. Perkenalkan si Siemens M55 dengan tubuh lonjong mungil, layar kecil,baterai 700 Mah,keypad keras pada saat itu dan casing yang terbilang kokoh walaupun terbuat dari bahan plastik. Fitur yang bisa dinikmati pada hp yang bisa dibilang jadul ini yakni adannya koneksi internet walau bersinyal edge kala itu. Tahu sendiri jaman dulu biaya internet masih mahal dengan pulsa normal dan anehnya lagi saya menggunakannya untuk sekedar browsing dengan hanya separo layar yang terlihat karena terbatasnya layar yang sangat amat kecil,,hehe..dulu selama SMA saya merasa hp ini memang tercipta untuk terdampar pada genggamanku. Sampai sekarang pun saya sangat menyayanginya, kelebihannya hp ini tahan banting disaat terjatuh tanpa sengaja,kalau disengaja pasti sudah hancur lebur. Seringkali keteledoranku hingga si M55 ini terhempas entah sudah beberapa kali dan masih bertahan hidup dari penderitaan yang aku sebabkan. 

Bentuknya yang mungil dan nyaman di genggam ketika digunakan untuk sms maupun telepon. Saya acungi jempol baterai ini awet sekali kalau tidak dipakai walaupun digunakan seharian. Bisa seharian untuk sms, telepon masih kuat beberapa jam. Kalau sekedar sms saja seharian masih kuat ini hp. Maklum hp keluaran lama sehingga kalau untuk menyari aksesorisnya agak susah. Hp ini baru ganti charger sebanyak 3 kali. Memang chargernya terasa ringkih, kabelnya saja tipis untuk menyari yang original sudah tidak ada. Untung saja charger KW nya masih ada terakhir saya belikan tahun 2014 untuk mengantisipasi kerusakan kembali. Kalau masalah baterai masih aman, soalnya jarang sekali baterai dicobat-cabut dan belum pernah ganti sekalipun. Pokoknya ini hp kesayangan yang pernah saya punya.

Okey skip saja mengenai sosok hpnya, si M55 ini telah menemani saya lebih dari 6 taun. Bayangin saja 6 tahun sudah kayak punya anak mau masuk sd. Saking cintanya saya dengan hp ini makanya saya tak pernah berpaling dan setia menggunakannya sampai ajal menjemputnya. Banyak kenangan yang kami alami.Ia yang selalu ada setiap saat menemaniku melewati masa alay ketika SMA, ketik-ketik kata-kata dengan huruf besar kecil pernah kami lakukan. Sms memakai singkatan-singkatan tak jelas juga sering, sebagai perantara berkirim pesan-pesan lucu atau romantis juga sering kalau jaman sekarang istilahnya di broadcast,haha. Bertukar sms yang unik juga kami lakukan. Untuk menganggu lawan jenis melalui telepon atau sms jangan ditanya lagi seringnya. Si M55 ini bisa dibilang haus akan kasih sayang, ia jahil sekali suka sepik-sepik cewek dengan bantuan pencetan empunya. Saya sampai kewalahan sebenarnya meladeni tingkah laku M55. Mau dikata apa kalau nyali gak ada ya sms yang bertindak, hehe ini hanya alasan dari saya saja. Jujur hp ini adalah perantara utama saya mengenal banyak orang dari berbagai macam penjuru daerah. Saya sangat berterima kasih karena telah dipertemukan oleh si kokoh yang sangat banyak membantu saya melewati masa alay sampai sekarang yang katanya remaja dewasa yang labil akan hidupnya. Ia sangat berjasa dalam memperlancar komunikasi saya dengan orang-orang terdekat bahkan tidak kenal sekalipun diembat.

Si M55 ini selalu menemani saya ketika senang dan sedih. Ia sangat pengertian sekali jarang mengeluh mungkin ia sering mengeluh ketika saya tidak hati-hati memakainya sehingga menyebabkan charger rusak. Ya hanya sebatas itu ia tetap rela berkorban. Adakah kejadian sedih?
Ya memang ada. Saya sempat kehilangannya dalam beberapa waktu dalam hitungan jam. Kejadiannya sekitar tahun 2013 kalau itu saya berkunjung ke rumah teman kuliah saya untuk berkumpul merayakan lebaran. Kala itu lagi-lagi saya ceroboh menaruh si M55 di saku jaket. Hingga akhirnya saya menyadari kalau ia telah memilih untuk menjatuhkan diri di sepanjang perjalanan. Saat itu saya baru mengetahui kalau hp tersebut telah raib dari saku ketika saya telah berada di dalam rumah teman saya. Spontan saya panik karena itu hp kesayangan yang penuh dengan kenangan dan sejarah. Kata bung Karno Jas Merah = jangan pernah sekali-kali melupakan sejarah. Saya bergegas keluar untuk menyusuri sepanjang perjalanan berangkat dan hasilnya nihil tak ditemukan. Atas dasar rasa eman-eman saya berusaha menyari dan menghubungi si M55 dengan bantuan teman saya. Hampir satu jam menunggu akhirnya ada pesan masuk bahwa si penemu M55 punya itikad baik untuk mengembalikan. Alhamdulillah singkat cerita saya berhasil menghubungi si penemu untuk mengambil hp tersebut dan memberikan imbalan ala kadarnya. M55 masih berjodoh denganku.

                Sebenarnya tujuan saya membuat tulisan ini adalah cerita berikut dimana saya kehilangan M55 untuk kedua kalinya yang terjadi beberapa hari yang lalu. Tepatnya tanggal 19 Agustus 2014 untuk kedua kalinya saya harus merelakan kepergian M55 dari hidup saya. Kejadiannya M55 hilang pada waktu pagi hari sepanjang perjalanan saya berangkat dari rumah ke sekolah. Memang pagi itu saya tergesa-gesa karena harus mengajar jam pertama tetapi saya terlambat berangkat. Segala barang saya masukan ke dalam tas termasuk si M55 yang saya masukan saku celana tanpa tahu benar sudah benar-benar masuk apa belum. Lagi-lagi memang saya ceroboh dan baru menyadari hilangnya belahan jiwaku setelah selesai mengajar. Perasaanku kalut tak karuan merasakan kehilangan untuk kedua kalinya. Kali ini terasa lebih jleb dan menusuk hati. Saya tanyakan teman guru juga tidak tahu, kucari di segala sudut ruangan yang kusinggahi juga tak ada hasil. Hingga saya memojokkan diri dengan tubuh lemas sambil mereka ulang dalam pikiran saya dimana keberadaan hp tersebut nyatanya malah menambah kebingungan dan tanda tanya. 

Berbagai usaha telah dilakukan untuk menghubungi M55 dan hari itu tanpa hasil ketika saya pulang ke rumah dan tak menemui keberadaannya. Hingga akhirnya rencana saya akan melakukan penggantian kartu baru ke galeri jika si M55 tak diketemukan karena sangat sayang sekali kalau kartu sim im3 yang telah saya gunakan lebih dari tujuh tahun saya mengunakan hilang begitu saja. Saya kali ini berpikir eman terhadap kartunya walau sebenarnya hp nya juga. Saya menyoba bersabar menunggu hingga akhirnya pada rabu pagi M55 balik menghubungi. Saya menjadi agak tenang karena ada niatan baik dari penemu hp legendaris tersebut. Beliau akan mengembalikan dengan janji akan mengantarnya pada sore hari, niatan itu saya sambut dengan antusias dengan memberikan alamat lengkap beserta nama. Sepertinya saya di PHP, karena sampai malam pun saya tunggu tak ada hembusan angin kedatangan kembali hp saya tercinta. Saya pun berpikir agak kacau saat itu dan berujar paling gak mungkin dikembalikan lagi. Sampai akhirnya tak ada kejelasan saya putuskan pada hari kamis untuk mengurus ke galeri Indosat. Sampai di tkp naas sekali saya kurang beruntung,baru di tempat parkir saja pak satpam berlari dan langsung menanyakan tujuan saya datang. Ternyata oh ternyata alat penyetak kartu lagi rusak dan belum tahu sampai kapan dapat beres. Pak satpam menyarankan saya untuk datang lagi pada hari sabtu.

Sabtu yang ditunggu tiba. Harapannya saya sudah bisa mendapatkan kartu baru dengan nomor yang sama. Sangat sayang sekali kalau saya harus ganti nomor dan menghubungi kembali teman-teman. Secara saya juga setia untuk tetap memakai nomor im3 tersebut. Saya khawatir nomor tersebut disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Kesabaran saya kembali diuji oleh galeri yang tutup ketika saya datangi. Kala itu saya sudah tidak berharap akan berjumpa dengan si M55 sudah saya ikhlaskan, yang saya mau hanya kartunya saja bisa kembali. Saya sudah tidak bisa berkomunikasi selama 5 hari sejak hp itu lari dari genggaman. Ada hal-hal penting yang harus saya gunakan untuk berkomunikasi dengan kartu sim itu. Harapan tinggal harapan. 

Pada Sabtu Malam kemarin  tanggal 23 Agustus pukul 18.30 ada pasangan suami istri yang datang ke rumah. Saya kira ingin menanyakan tentang pendaftaran les untuk anaknya. Alhamdulilah beliau menjelaskan maksud kedatangannya bahwa mereka yang telah menemukan Si M55 dan menjelaskan kronologis kejadian ditemukkannya hp tersebut sampai tertundanya mereka dalam mengembalikkan hp saya karena terlanjur tak berisi baterai dan ada suatu urusan. Alhamdulillah sekali ternyata mereka warga kampung sebelah yang baik hati. Semoga mereka diberikan balasan yang lebih dari sang Khalik. Amin. Saya berteriak keras sekali didalam hati, entah bahagianya tak terkira. Salah tingkah saya menciumi hp kesayanganku layaknya kekasih. Kali ini saya memang benar-benar percaya JODOH ITU TAK KAN KEMANA. M55 berpulang kembali ke belaianku.

SIEMENS M55 memang ditakdirkan tetap menjadi jodoh genggamanku. Tetap menjadi belahan jiwa jari-jariku. Kau akan selalu di hati dan saya berjanji akan lebih hati-hati lagi dalam menjaganya. 

NIKMAT TUHAN MANA YANG TAK KAU SYUKURI

FINALLY, YOU COME BACK AGAIN MY LUCKY HP !!!!



0 komentar: