Enjoy your life !!!





Kamis, 09 Agustus 2012

KETERPADUAN PROGRAM BIMBINGAN DENGAN KBM

KETERPADUAN PROGRAM BIMBINGAN DENGAN KBM
Sampai saat ini jarang ada SD yang memiliki petugas bimbingan yang khusus / tersendiri, maka tugas program bimbingan dilaksanakan  oleh guru kelas yang sekaligus menjadi tenaga pengajar. Dengan kondisi seperti ini guru dapat memadukan progam layanan bimbingan dan KBM. Walaupun demikian program bimbingan di sekolah membutuhkan kemampuan dan dukungan managerial, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1.      Aspek Program, bertolak dari kebutuhan dan masalah yang ada disekolah
Program bimbingan di SD berawal dari kebutuhan siswa dan masalah nyata yang terjadi di sekolah. Program bimbingan ini mempunyai ciri khas sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di SD tersebut. Menurut Dinkmeyer and Caldwell (dalam Ahman, 1998) ada beberapa faktor yang membedakan antara bimbingan di SD dengan sekolah menengah, yaitu :
a.       Bimbingan di SD lebih menekankan  peranan guru dalam fungsi bimbingan.
b.      Fokus pada bimbingan di SD lebih menekankan pada pengembangan pengembangan diri, pemecahan masalah, dan kemampuan berhubungan secara efektif dengan orang lain.
c.        Bimbingan di SD lebih banyak melibatkan orang tua murid, mengingat pentingnya pengaruh orang tua dalam kehidupan anak selama di SD.
d.      Bimbingan di SD hendaknya memahami kehidupan anak secara unik.
e.       Program bimbingan di SD  hendaknya peduli terhadap kebutuhan dasar anak, seperti kebutuhan untuk matang dalam pemahaman dan  penerimaan diri, serta memahami kelebihan serta kekurangan diri.
f.       Program bimbingan di SD hendaknya meyakini bahwa usia SD merupakan tahapan yang sangat penting dalam tahapan perkembangan anak.
2.      Aspek ketenagaan
Guru Sd mempunyai tugas ganda, sebagai pengajar yang memiliki seperangkat target kurikulum yang harus dicapai. Sebagai pembimbing yang memiliki program bimbingan yang harus dilaksanakan juga. Guru kelas dipandang sebagai personil yang paling  melaksanakan layanan bimbingan maka dari itu guru harus memiliki pemahaman yang tepat untuk melaksanakan bimbingan.
3.      Aspek prosedur / teknik
Yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan prosedur / teknik perlu adanya keterpaduan antara pendekatan dan teknik instruksional dan transaksional. Jadi hendaknya guru dapat menerapkan layanan bimbingan melalui kbm. Guru menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif dan dapat memadukan layanan bimbingan ke dalam kbm, seperti melalui pengelompokkan belajar, permainan, tugas kelompok, dsb.Dalam penelitian yang dilaksanakan Ni’mah(2000) di kelas rendah SD, dapat diterapkan layanan bimbingan sosial – pribadi melalui KBM, dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi, kerja kelompok, dan permainan murid dibantu belajar menyesuaikan diri dengan teman, bekerjasama, berbagi tugas, dan belajar tampil untuk ke depan kelas.
4.      Daya dukung lingkungan
Program layanan bimbingan di SD akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pencapaian tujuan pendidikan jika di dukung oleh pihak yang terlibat dalam sistem sekolah. Layanan bimbingan perlu bantuan dan dukungan managerial, sosial, sarana fisik.

5.      Organisasi dan Administrasi Bimbingan di SD
Organisasi bimbingan dalam arti luas dapat diartikan sebagai usaha penyelenggaraan program bimbingan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai program bimbingan perlu adanya organisasi bimbingan dengan memperhatikan prinsip – prinsip sebagai berikut :

a.       Program bimbingan hendaknya diorganisasikan sesuai situasi dan kebutuhan setempat.
b.      Layanan bimbingan merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan program pendidikan sekolah.
c.       Diperlukan kerjasama antara personal sekolah dalam pelaksanaan organisasi bimbingan.
d.      Penanggung jawab organisasi bimbingan adalah kepala sekolah.
e.       Program bimbingan harus diorganisasikan dengan baik agar seluruh personal yang ada di sekolah, dan masyarakat dapat bekerjasama dengan baik.
f.       Organisasi bimbingan di SD disesuaikan dengan personil yang ada, keadaan murid dan sarana dan prasarana.

6.      Uraian tugas personil
Kepala Sekolah
Fungsi dan peranan kepala sekolah :
a.       Mengkoordinasikan kegiatan layanan bimbingan.
b.      Menyediakan tenaga, sarana dan fasilitas yang diperlukan.
c.       Memberikan kemudahan bagi terlaksananya program bimbingan.
d.      Melakukan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta tindak lanjut.
e.       Mengadakan kerjasama dengan instansi lain yang terkait dalam pelaksanaan bimbingan.
Guru kelas / pembimbing
Sebagai pelaksana dalam program bimbingan, guru kelas mempunyai tugas yaitu :
a.       Merencanakan dan membuat program bimbingan.
b.      Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru.
c.       Melakukan kerjasama dengan orang tua murid dalam memberikan layanan bimbingan kepada murid.
d.      Melaksanakan kegiatan layanan bimbingan dengan mengintegrasikan pada mata pelajaran masing – masing.
e.       Menilai proses dan hasil layanan bimbingan.
f.       Menganalisis hasil penilaian layanan bimbingan.
g.      Melaksanakan tindak lanjut atau alih tangan berdasarkan hasil penilaian.
h.      Membantu siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler.
Guru mata pelajaran
a.       Melaksanakan layanan bimbingan melalui kegiatan belajar mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
b.      Berkonsultasi dengan guru kelas / guru pembimbing dalam hal masalah – masalah yang berkaitan dengan bimbingan.
c.       Bekerjasama dengan guru kelas / guru pembimbing dalam hal pengembangan program bersama / terpadu.

7.      Pengawasan
Pengawasan dilakukan baik secara teknis maupun administratif. Fungsi pengawasan adalah memantau, menilai, memperbaiki, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan layanan bimbingan di SD. Pengawasan dilaksanakan oleh dinas terkait secara berjenjang. Tingkat kecamatan dilakukan oleh pengawas  TK / SD Dinas Pendidikan Kecamatan setempat.  
 
8.      Sarana dan Prasarana
a.       Data pengumpul data
Pedoman obsevasi, angket, catatan anekdot, pedoman wawancara, tes hasil belajar, sosiometri, daftar cek, skala penilaian, biografi dan otobiografi.
b.      Alat penyimpan data
Bentuknya seperti buku pribadi, kartu pribadi, dan map.
c.       Kelengkapan penunjang teknik
Data informasi, paket bimbingan dan alat bantu bimbingan.
d.      Perlengkapan administrasi
Alat –alat tulis, format satuan layanan dan kegiatan pendukung serta blangko laporan kegiatan, blangko surat, kartu konsultasi, kartu kasus, blangko konferensi kasus dan agenda surat.
e.       Sarana penunjang
Seperti ruangan bimbingan, apabila tidak ada dapat digunakan ruang kantor / guru atau runag kelas. Kondisi idealnya ruang bimbingan dilengkapi dengan ruang konsultasi, ruang tamu, ruang dokumentasi dan ruang diskusi.
f.       Dana
Dana digunakan untuk menyediakan sarana dan prasarana, perlewngakapa administratif, kunjungan rumah, penyusunan laporan kegiatan, transportasi dan lain –lain.
g.      Kerjasama
Kerjasama antara orang tua murid dengan guru. Guru dengan lembaga atau instansi terkait seperti Dinas Pendidikan. 

Persyaratan Pokok Program Bimbingan

Persyaratan Pokok Program Bimbingan
1.       Personal
a.       Jenisnya. Ada dua macam tenaga kerja bimbingan dalam pelaksanaan program bimbingan yaitu (1) tenaga profesional yang meliputi penyuluh dan atau guru penyuluh ; dan (2) tenaga bukan profesional yaitu tenaga pembantu penyuluh dalam bidang administrasi bimbingan.
b.      Banyaknya. Program bimbingan di sekolah seyogjanya disediakan seorang penyuluh untuk setiap 250 orang siswa.
c.       Kualifikasinya. Penyuluh senior disyaratkan seorang sarjana dari jurusan Psikologi Pendidikan dan bimbingan atau sarjana Psikologi ditambah pengalaman praktik bimbingan dan penyuluhan. Untuk penyuluh muda, setidak-tidaknya sarjana muda Bimbingan dan Penyuluhan. Guru penyuluh adalah guru dengan ijazah sarjana muda pendidikan yang bukan sarjana muda Bimbingan dan Penyuluhan yang mendapat latihan dari lembaga pendidikan Bimbingan dan Penyuluhan. Untuk pembantu penyuluh dalam bidang administrasi dengan ijazah SLTA dengan latihan dalam pengetahuan dan keterampilan administrasi bimbingan.

2.       Fasilitas Fisik
Perlengkapan yang diperlukan untuk dapat melaksanakan program bimbingan di sekolah. Ruang bimbingan dan penyuluhan ; alat perlengkapan ruangan ; serta alat –alat perekam beserta sistem bunyi (sound system ) yang memadai.

3.       Fasilitas Teknis
Alat – alat pengumpul data yang meliputi tes, inventori, daftar cek, angket.

4.       Anggaran biaya
Anggaran pos –pos pembiayaan : personal, pengadaan dan pengembangan alat –alat teknis, biaya operasional, dan biaya riset.

5.       Profesionalisasi
Persyaratan agar bimbingan diakui sebagai profesi :
a.       Pendidikan formal.
b.      Ada dan terus berkembangnya sistem ilmu pengetahuan tentang Bimbingan dan Penyuluhan sekolah yang memenuhi kebutuhan sekolah di Indonesia.
c.       Dikembangkan penelitian eksperimental.
d.      Organisasi profesional.
e.       Kode etik jabatan.



Kebijaksanaan yang menunjang
a.       Bidang personal yang memungkinkan pengarahan personal bimbingan dan penyuluhan.
b.      Bidang tata laksana pendidikan di sekolah, yang meliputi pembagian waktu kerja, tempat kerja, dan pendekatan –pendekatannya. Kebijaksanaan ini supaya tidak mengganggu pelaksanaan program pendidikan di sekolah.
c.       Tata usaha dan logistik.

Uraian Tugas Pelaksanaan Program Bimbingan
Ada empat petugas kependidikan yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan bimbingan yaitu (1) kepala sekolah ; (2) guru –guru ; (3) penyuluh dan  (4) guru penyuluh.
1.      Kepala sekolah
·      Membantu semua petugas yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan untuk memusatkan perhatian kepada berbagai masalah, kebutuhan, dan sifat –sifat siswa.
·      Bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas –tugas pimpinan sekolah dalam mengembangkan program bimbingan.
·      Membantu semua petugas bimbingan untuk memahami pembagian tugasnya dalam mendorong perkembangan dan pertumbuhan siswa.
·      Membantu membentuk sikap dan pemahaman diri guru dan penyuluh untuk bekerja secara efisien dan efektif, dengan menghargai sumbangan mereka masing –masing dalam rangka kegiatan bimbingan.
·      Membantu semua petugas bimbingan untuk bekerja secara efisien dan efektif.
·      Membantu menafsirkan dan menjelaskan program bimbingan kepada semua pihak yang berkepentingan.
·      Membantu menyelenggarakan latihan dalam jabatan untuk guru dan penyuluh serta petugas bimbingan lainnya.
·      Membantu menemukan sumber –sumber yang dapat digunakan dalam rangka bimbingan di lingkungan sekolah.

2.      Guru
·      Mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dirasakan siswa di dalam kelas.
·      Mengidentifikasi gejala –gejala salah suai pada diri siswa di dalam kelas.
·      Mendorong pertumbuhan dan perkembangan siswa di lingkungan sekolah.
·      Melaksanakan bimbingan kelompok di dalam dan di luar kelas.
·      Melengkapi rencana –rencana yang telah dirumuskan oleh siswa bersama –sama dengan penyuluh.
·      Melaksanakan pembelanjaan sesuai dengan kebutuhan siswa.
·      Mengumpulkan informasi tentang siswa, terutama di kelas.
·      Melaksanakan kontak dengan masyarakat, terutama dengan orang tua siswa.
·      Melaksanakan penyuluhan terbatas, karena hubungan yang baik dapat terjalin dengan mudah antara siswa dan guru.

3.      Penyuluh
·      Bertanggung jawab tentang pelaksanaan seluruh program penyuluhan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
·      Mengumpulkan dan menyusun data pokok yang kemudian dapat digunakan oleh semua petugas bimbingan di sekolah yang bersangkutan.
·      Membantu guru untuk menangani siswa yang mempunyai kesulitan, yang oleh guru sendiri tidak dapat diselesaikan secara tuntas.
·      Membantu para petugas bimbingan untuk mengenal dan menggunakan lembaga –lembaga diluar lingkungan sekolah yang sangat dibutuhkan untuk melancarkan pelaksanaan program bimbingan di lingkungan sekolah.
·      Membantu semua petugas bimbingan untuk mengadakan kontak dengan orang tua siswa.
·      Membantu guru menciptakan kegiatan pembelajaran dengan cara yang lebih bersifat membimbing siswa.
·      Membantu semua petugas bimbingan untuk mengembangkan berbagai pelayanan bimbingan di sekolah, misalnya kegiatan tes, pembuatan catatan pribadi, dan pelayanan lanjutan.
·      Membantu semua petugas bimbingan untuk mengumpulkan, menyusun, dan menggunakan keterangan tentang masalah – masalah pendidikan dan pekerjaan yang dibutuhkan guru dalam rangka memberikan pelajaran di kelas.
·      Membantu semua petugas bimbingan untuk mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan untuk melakukan penilaian dan perbaikan program pendidikan sekolah.

4.      Guru penyuluh
Guru penyuluh ialah guru kelas yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas penyuluh dengan terlebih dahulu memperoleh latihan khusus berkenaan dengan teknik – teknik dan prinsip – prinsip bimbingan. Guru penyuluhan mempunyai tugas sebagai penyuluh disamping tugasnya sebagai guru. Dia dipilih di antara guru – guru kelas yang mempunyai minat dan kemampuan bergaul dengan siswa. Pendidikan khusus bagi guru penyuluh dapat dilakukan dengan cara penataran khusus atau mengikuti program pendidikan khusus yang disediakan oleh suatu lembaga pendidikan bagi penyuluh.

Senin, 09 Juli 2012

OPINI “KENAPA MENJADI GURU ?”

Pertanyaan yang sering aku lontarkan pada diri sendiri “ kenapa menjadi guru? “. Flash back ke masa kecil dimana aku ketika itu menginjak sekolah dasar. Dulu guruku pernah bertanya apa cita citaku ? seperti kebanyakan anak kecil pada umumnya pasti jawabannya tidak jauh –jauh dari dokter ataupun pilot karena mungkin terlihat hebat dan keren . Sangat jarang anak - anak yang bercita – cita menjadi guru. Beranjak ke sekolah menengah yang mulai dapat berpikir secara lebih luas mengenai pekerjaan dan mengenal berbagai macam pekerjaan selain dokter dan pilot, aku pernah membayangkan suatu saat menjadi arsitek yang mengomando karyawan – karyawan yang mengerjakan proyek.

Namun minatku berubah setelah memasuki bangku SMA, mengingat dan menyadari bahwa potensi yang ada dalam diriku sepertinya tidak mumpuni soalnya dunia arsitek pasti tidak lepas dengan gambar – gambar. Nah disinilah aku tidak berbakat dalam bidang ini, minat pun berubah untuk menjadi seorang yang berkecimpung dalam bidang pertambangan yang sebenarnya tidak jauh beda dengan dunia teknik – teknik yang lain. Mau dikata apa aku tidak dituntun oleh Yang Maha Pencipta untuk terjun di dunia ini. Alhasil Tuhan memberikanku mungkin amanah supaya kelak aku menjadi Guru saja. Sebenarnya bukan keinginanku menjadi seorang Guru, tapi mau bagaimana lagi orang tua menyuruhku untuk melanjutkan sekolah di bidang pendidikan guru. Ini mungkin saran dari ortuku yang kebetulan mereka juga seorang guru Sekolah dasar yang berharap anaknya dapat mengikuti jejak mereka. Aku menurut saja apa saran orang tuaku, karena aku ingat sebuah kalimat “ Ridho Alloh adalah ridho orang tua “ hal inilah membuat diriku memantapkan diri untuk terjun ke dunia pendidikan kelak dengan disertai ridho orang tua . Seiring berjalannya waktu ternyata ada banyak hal yang menarik dari apa yang telah aku lalui. Ini memang bukan cita – citaku menjadi seorang guru, tapi sekarang ini adalah tanggung jawabku sebagai calon guru masa depan.

      Banyak alasan mengapa kini aku memilih untuk menjadi Guru. Ada anggapan bahwa menjadi guru itu gampang, mungkin ini orang awam yang menilai, menurutku menjadi guru itu tidak gampang banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan mengajar, menyusun materi, memberikan evaluasi dan lain – lain belum lagi menghadapi murid –murid yang unik yang memiliki karakteristik yang berbeda – beda. Orang pada umumnya mengira guru itu Cuma ngajar ngasih pr dah begitu saja dan mengira pekerjaannya santai, padahal dibalik itu semua masih banyak kewajiban dan tanggung jawab guru yang harus dilakukan. Guru itu harus sabar, nah ini merupakan tantangan buatku, aku orangnya memang bisa dibilang kurang sabar mungkin lewat ini nantinya setelah aku benar – benar terjun ke lapangan kesabaranku di uji. Menjadi guru menurutku sangat menarik karena kita bisa mengenal karakteristik anak – anak didik kita dan melihat dunia anak kecil pada masa kini yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dan tantangannya adalah bagaimana kita dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap anak, mengajar semua orang bisa tapi tidak semua orang bisa mengajar dan mendidik. Perlu keterampilan khusus yang harus dimiliki  guru untuk menumbuh kembang dan mendayagunakan potensi yang ada pada diri siswa untuk mencapai keberhasilan. Menjadi guru itu juga tak lepas bagaimana kita dituntu untuk terus belajar mengikuti perkemabnagn jaman, kalau guru berhenti belajar pasti kedepannya akan ketinggalan jaman. Sebagai calon guru saya merasa beruntung sekali, kelak harapan saya menjadi guru di kemudian hari dengan potensi yang saya miliki membagikan ilmu – llmu yang bermanfaat dan mencerdaskan diri sendiri dan orang lain untuk generasi masa depan dan melayani masyarakat..aminnn

Jumat, 25 Mei 2012

Nostalgia Tayangan TV di masa – masa SD era 90 an - awal 2000 an



 
         1.       Wiro sableng 212

            
              
       
Film dunia persilatan pada saat itu mengalami kemajuan. Ini dlilihat dari munculnya film ini di stasiun tv RCTI entah tahun berapa lupa,,hehe. Film ini selallu tayang seminggu sekali hari apa gak ingat sudah laam soalnya. Tayangan ini menjadi favoritku semasa kecil dan mungkin pemirsa penikmat adegan laga padas saat itu karena disajikan dengan cerita kocak dan alur cerita yang menarik dan bikin penasaran pada tiap episodenya.  Wiro adalah tokoh utama dalam film ini yang dikenal dengan nama Wiro Sableng pendekar kapak maut naga geni 212. Ia adalah murid dari gurunya yakni Sinto Gendeng yang emang udah terkenal di dunia persilatan. Ia memiliki banyak kesaktian yang diperoleh dari berbagai gurunya selama mengarungi dunia persilatan. Beberapa contoh kesaktiannya adalah pukulan harimau , pukulan sinar matahari, pukulan kunyuk melempar buah, ilmu silat orang gila dan masih banyak lagi ilmu yang lain. Adegan –adegan yang lucu dalam cerita ini bikin ngakak kalo diinget,,,ets kalo diinget lho,,hehe...Pokoknya film ini okelah pada waktu jaman –jaman kecilku. Nah ini ada secuil cuplikan tayangan yang sekedar mengingatkan kita bagaimana aksi sang pendekar



         2.       Keluarga cemara

Siapa masih ingat dengan sinetron keluarga yang satu ini. Sinetron yang tayang siang hari karena saat itu aku tonton ketika aku pulang dari sekolah. Sinetron ini sanagat inspiratif dan mengajarkan kesederhanaan dlam kehidupan rumah tangga dan kebahagiaan yang didapat dari kelurga yang serba pas –pasan. Keluarg cemara menceritakan abah yang berprofesi sebagai tukang becak dan emak yang seorang ibu rumah tangga. Mereka mempunyai tiga orang anak yaitu Euis , ara dan Agil. Mereka senenarnya dulu adalah orang kaya, entah kenapa menjadi jatuh miskin. Kisah penderitaan keluarga itu seperti tiada habisnya. Kehidupan diJakarta emmaksa merek auntuk bekerja keras. Abah menarik becak, emak bekerja di salon tempat temannya dan ketiga anakanya membantu mencukupi kebutuhan denagn berjualan opak di terminal setelah pulang sekolah. Banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari sinetron. Salut dah buat sinetron keluarga ini.nah ini ada lirik ost kelurga cemara.


 
          3.       Si doel anak sekolahan

Kalo tayangan ini kalian juga pasti tahu Rano karno yang berperan sebagai si Doel yang menjalani masa –masa studinya sampai ia bekerja dengan kondisi keluarganya yang pas – pasan. Tokoh utama dalam sinetron ini selain si Doel adalah Sarah dan Zaenab. Sarah adalah gadis dari keluarga kaya, sedangkan Zaenab adalah gadis dari keluarga sederhana. Hal inilah kadang membuat Doel pusing karena masing- masing dari mereka menyintai Doel timbul rasa –rasa cemburu apabila salah satu dari mereka sedang berdekatan dan Doel tidak ingin menyakiti hati kedua gadis baik tersebut. Doel hidup bahagia dengan kelurganya walaupun terkadang ada konflik –konflik yang terjadi mereka adalah Babe, Mak nyak, Atun adik Doel, Mandra paman doel, Engkong, dan Kelurga Karyo yang rumahnya berdekatan dengan rumah Doel yaitu Basuki, Pak Bendot ,dan Nunung.



 
           4.       Tutur tinular

Nah untuk serial televisi ini emang gak ada matinya, apalagi sampai dibuat yanng versi 2011. Walaupun menuai banyak kritik dan protes seperti alur cerita yang sudah melenceng dari cerita aslinya dan bermunculan tokoh –tokoh baru yang sebelumnya tidak ada dalam cerita. Tapi menurutku memang tayangan ini lebih baik yang versi dahulu yang disajikan dengan alur cerita yang sesuai dengan kejadian –kejadian sejarah pada masa kerajaan. Tutur Tinular ini berkisah tentang kehidupan Arya Kamandhanu sampai peresmian Sanggrama Wijaya sebagai Raja Kerajaan Majapahit dan Pemberontakan Ranggalawe sampai pemberontakan Ra Kuti.  Diawali dengan petualangan Arya Kamandhanu sebagai seorang pendekar yang mencari jatidrinya perjalananya dilatrbelakangi dari sejarah Keruntuhan Kerajaan Singasari dan berdirinya Kerajaan Majapahit.


  5.  Si manis jembatan ancol

                                                         

Serial Tv ini merupakan adaptasi dari legenda jaman dulu yang heboh. Film ini dibintangi oleh Diah Permatasari yang berperan sebagai Mariam seorang gadis yang gentayangan di jembatan Ancol dan Ozy Syahpura yang berperan sebagai Karina. Dua makhlus ini diperankan dengan hal – hal lucu dan terkadang horor juga. Mariam yag dulu aku lihat sudah tidak diperankan oleh Diah tapi diganti oleh Kiki Fatmala. Bagi kalian yang pernah melihat ini selamat mengingat kembali.

        6. Tuyul dan mbak yul (rcti)

Kalo inget tayangan ini yang paling mengena adalah kalimat “ gagal maning son gagal maning “. Cerita seputar dunia nyata dan pertuyulan yang dikemas menjadi satu. Ceritanya Ucil yang diperankan Ony Syahrial menjadi tuyul yang insyaf. Ia tidak mau lagi disuruh untuk mencuri, sampai akhirnya ia melarikan diri dari dunia tuyul dan dikejar –kejar oleh tuyul algojo suruhan raja tuyul yakni Pampam dan Sonson. Suatu saat Ucil melarikan diri ke pantai dan hampir saja ia ditangkap Pampam dan Sonson tapi ia diselamatkan oleh jin laut bernama Kentung yang punya senjata andalan semburan api. Cerita terus bergulir sampai Ucil bertemu dengan mbak yul. Adegan lucu dalam film ini seputar pengejaran Pampam dan Sonson untuk menangkap Ucil tapi selalu saja gagal oleh semburan maut Kentung,,hehehe... gagal maning. Tapi ending dari cerita ini gak tau kemana soalnya pada akhir episode Ucil, Kentung, Pampam , dan Sonson tersedot oleh mesin Vakum cleaner. Nah ini ada ost serial komedi ini

 
Kata cerita di antah berantah
Tuyul sedang bersidang
Si Ucil, tuyul yang senang melawan
Mencuri tak mau diahhh
Ucil pun tak mengerti
Dihukum Dijalani
Dikejar algojo,sampai-sampai tertabrak lori
Untung ditolong Yuli
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul



   7.  Jin dan jun
 
Serial ini hampir sama dengan Tuyul dan Mbak Yul yang menceritakan persahabatan manusia dengan makhluk halus.  Ceritanya pasti pada ingat sapaan Jun kepada jin timur tengah yang ia temukan adalah Om Jin (jin mustafa). Om Jin berhutang budi pada Jun karena ia telah mengeluarkannya sehingga ia akan mengabulkan apa saja permintaan tuannya itu. Setiap ada masalah Om Jin akan selalu membatu Jun Ia juga meminjamkan permadaninya untuk dinaiki sebagai kendaraan.hehe..



   8. Jinny oh jinny 

 
Sepertinya ini lanjutan dari serial Jin dan Jun tapi dikemas dengan versi lain. Masih seputar persahabatan manusia dengan jin. Yang membedakan adalah jin ini adalah wanita yang disebut Jinny. Pasti kalina akan langsung nyantel ke pemeran Jinny yakni Diana Pungki yang cantik, manis, dan seksi.hehe bening –bening dulu waktu kecil nonton mbaknya ini. Ceritanya Bagus yang diperankan Indra L. Bruggman sebagai penyari kerang mutiara, ia tiba –tiba menemukan kerang ajaib yang berisi jin cantik.


   9. Lupus

                                                     
Tayangan bertajuk kehidupan anak SMA yang akan memasuki Abad Milennium. Lupus adalah siswa SMA dengan gaya tengilnya, rambut yang berjambul, bagian belakang yang dipanjangkan, tas slempang dan tidak lupa permen karet yang selalu dikunyahya . Kehidupan Lupus ditemani Lulu,adiknya yang centil dan sang Mami yang membuka usaha katering.
Dilengkapi kekonyolan dua sohib nan abadi bin ajaib Boim Le Bon dan Gusur. Lupus yang sudah lama menaruh hati kepada seorang gadis bernama Poppi. Namun karena harus belajar di luar negeri maka Poppi berpisah untuk sementara dengan Lupus. Di hari-harinya setelah kepergian Poppi muncul Milla. Lupus yang bekerja part time di cafe Milla mulai merasakan adany feeling terhadap Milla.  Lupus juga identik dengan vespanya yang mentereng waktu itu.