Enjoy your life !!!





Jumat, 25 Mei 2012

Nostalgia Tayangan TV di masa – masa SD era 90 an - awal 2000 an



 
         1.       Wiro sableng 212

            
              
       
Film dunia persilatan pada saat itu mengalami kemajuan. Ini dlilihat dari munculnya film ini di stasiun tv RCTI entah tahun berapa lupa,,hehe. Film ini selallu tayang seminggu sekali hari apa gak ingat sudah laam soalnya. Tayangan ini menjadi favoritku semasa kecil dan mungkin pemirsa penikmat adegan laga padas saat itu karena disajikan dengan cerita kocak dan alur cerita yang menarik dan bikin penasaran pada tiap episodenya.  Wiro adalah tokoh utama dalam film ini yang dikenal dengan nama Wiro Sableng pendekar kapak maut naga geni 212. Ia adalah murid dari gurunya yakni Sinto Gendeng yang emang udah terkenal di dunia persilatan. Ia memiliki banyak kesaktian yang diperoleh dari berbagai gurunya selama mengarungi dunia persilatan. Beberapa contoh kesaktiannya adalah pukulan harimau , pukulan sinar matahari, pukulan kunyuk melempar buah, ilmu silat orang gila dan masih banyak lagi ilmu yang lain. Adegan –adegan yang lucu dalam cerita ini bikin ngakak kalo diinget,,,ets kalo diinget lho,,hehe...Pokoknya film ini okelah pada waktu jaman –jaman kecilku. Nah ini ada secuil cuplikan tayangan yang sekedar mengingatkan kita bagaimana aksi sang pendekar



         2.       Keluarga cemara

Siapa masih ingat dengan sinetron keluarga yang satu ini. Sinetron yang tayang siang hari karena saat itu aku tonton ketika aku pulang dari sekolah. Sinetron ini sanagat inspiratif dan mengajarkan kesederhanaan dlam kehidupan rumah tangga dan kebahagiaan yang didapat dari kelurga yang serba pas –pasan. Keluarg cemara menceritakan abah yang berprofesi sebagai tukang becak dan emak yang seorang ibu rumah tangga. Mereka mempunyai tiga orang anak yaitu Euis , ara dan Agil. Mereka senenarnya dulu adalah orang kaya, entah kenapa menjadi jatuh miskin. Kisah penderitaan keluarga itu seperti tiada habisnya. Kehidupan diJakarta emmaksa merek auntuk bekerja keras. Abah menarik becak, emak bekerja di salon tempat temannya dan ketiga anakanya membantu mencukupi kebutuhan denagn berjualan opak di terminal setelah pulang sekolah. Banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari sinetron. Salut dah buat sinetron keluarga ini.nah ini ada lirik ost kelurga cemara.


 
          3.       Si doel anak sekolahan

Kalo tayangan ini kalian juga pasti tahu Rano karno yang berperan sebagai si Doel yang menjalani masa –masa studinya sampai ia bekerja dengan kondisi keluarganya yang pas – pasan. Tokoh utama dalam sinetron ini selain si Doel adalah Sarah dan Zaenab. Sarah adalah gadis dari keluarga kaya, sedangkan Zaenab adalah gadis dari keluarga sederhana. Hal inilah kadang membuat Doel pusing karena masing- masing dari mereka menyintai Doel timbul rasa –rasa cemburu apabila salah satu dari mereka sedang berdekatan dan Doel tidak ingin menyakiti hati kedua gadis baik tersebut. Doel hidup bahagia dengan kelurganya walaupun terkadang ada konflik –konflik yang terjadi mereka adalah Babe, Mak nyak, Atun adik Doel, Mandra paman doel, Engkong, dan Kelurga Karyo yang rumahnya berdekatan dengan rumah Doel yaitu Basuki, Pak Bendot ,dan Nunung.



 
           4.       Tutur tinular

Nah untuk serial televisi ini emang gak ada matinya, apalagi sampai dibuat yanng versi 2011. Walaupun menuai banyak kritik dan protes seperti alur cerita yang sudah melenceng dari cerita aslinya dan bermunculan tokoh –tokoh baru yang sebelumnya tidak ada dalam cerita. Tapi menurutku memang tayangan ini lebih baik yang versi dahulu yang disajikan dengan alur cerita yang sesuai dengan kejadian –kejadian sejarah pada masa kerajaan. Tutur Tinular ini berkisah tentang kehidupan Arya Kamandhanu sampai peresmian Sanggrama Wijaya sebagai Raja Kerajaan Majapahit dan Pemberontakan Ranggalawe sampai pemberontakan Ra Kuti.  Diawali dengan petualangan Arya Kamandhanu sebagai seorang pendekar yang mencari jatidrinya perjalananya dilatrbelakangi dari sejarah Keruntuhan Kerajaan Singasari dan berdirinya Kerajaan Majapahit.


  5.  Si manis jembatan ancol

                                                         

Serial Tv ini merupakan adaptasi dari legenda jaman dulu yang heboh. Film ini dibintangi oleh Diah Permatasari yang berperan sebagai Mariam seorang gadis yang gentayangan di jembatan Ancol dan Ozy Syahpura yang berperan sebagai Karina. Dua makhlus ini diperankan dengan hal – hal lucu dan terkadang horor juga. Mariam yag dulu aku lihat sudah tidak diperankan oleh Diah tapi diganti oleh Kiki Fatmala. Bagi kalian yang pernah melihat ini selamat mengingat kembali.

        6. Tuyul dan mbak yul (rcti)

Kalo inget tayangan ini yang paling mengena adalah kalimat “ gagal maning son gagal maning “. Cerita seputar dunia nyata dan pertuyulan yang dikemas menjadi satu. Ceritanya Ucil yang diperankan Ony Syahrial menjadi tuyul yang insyaf. Ia tidak mau lagi disuruh untuk mencuri, sampai akhirnya ia melarikan diri dari dunia tuyul dan dikejar –kejar oleh tuyul algojo suruhan raja tuyul yakni Pampam dan Sonson. Suatu saat Ucil melarikan diri ke pantai dan hampir saja ia ditangkap Pampam dan Sonson tapi ia diselamatkan oleh jin laut bernama Kentung yang punya senjata andalan semburan api. Cerita terus bergulir sampai Ucil bertemu dengan mbak yul. Adegan lucu dalam film ini seputar pengejaran Pampam dan Sonson untuk menangkap Ucil tapi selalu saja gagal oleh semburan maut Kentung,,hehehe... gagal maning. Tapi ending dari cerita ini gak tau kemana soalnya pada akhir episode Ucil, Kentung, Pampam , dan Sonson tersedot oleh mesin Vakum cleaner. Nah ini ada ost serial komedi ini

 
Kata cerita di antah berantah
Tuyul sedang bersidang
Si Ucil, tuyul yang senang melawan
Mencuri tak mau diahhh
Ucil pun tak mengerti
Dihukum Dijalani
Dikejar algojo,sampai-sampai tertabrak lori
Untung ditolong Yuli
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul
Tuyul dan Mbak Yul



   7.  Jin dan jun
 
Serial ini hampir sama dengan Tuyul dan Mbak Yul yang menceritakan persahabatan manusia dengan makhluk halus.  Ceritanya pasti pada ingat sapaan Jun kepada jin timur tengah yang ia temukan adalah Om Jin (jin mustafa). Om Jin berhutang budi pada Jun karena ia telah mengeluarkannya sehingga ia akan mengabulkan apa saja permintaan tuannya itu. Setiap ada masalah Om Jin akan selalu membatu Jun Ia juga meminjamkan permadaninya untuk dinaiki sebagai kendaraan.hehe..



   8. Jinny oh jinny 

 
Sepertinya ini lanjutan dari serial Jin dan Jun tapi dikemas dengan versi lain. Masih seputar persahabatan manusia dengan jin. Yang membedakan adalah jin ini adalah wanita yang disebut Jinny. Pasti kalina akan langsung nyantel ke pemeran Jinny yakni Diana Pungki yang cantik, manis, dan seksi.hehe bening –bening dulu waktu kecil nonton mbaknya ini. Ceritanya Bagus yang diperankan Indra L. Bruggman sebagai penyari kerang mutiara, ia tiba –tiba menemukan kerang ajaib yang berisi jin cantik.


   9. Lupus

                                                     
Tayangan bertajuk kehidupan anak SMA yang akan memasuki Abad Milennium. Lupus adalah siswa SMA dengan gaya tengilnya, rambut yang berjambul, bagian belakang yang dipanjangkan, tas slempang dan tidak lupa permen karet yang selalu dikunyahya . Kehidupan Lupus ditemani Lulu,adiknya yang centil dan sang Mami yang membuka usaha katering.
Dilengkapi kekonyolan dua sohib nan abadi bin ajaib Boim Le Bon dan Gusur. Lupus yang sudah lama menaruh hati kepada seorang gadis bernama Poppi. Namun karena harus belajar di luar negeri maka Poppi berpisah untuk sementara dengan Lupus. Di hari-harinya setelah kepergian Poppi muncul Milla. Lupus yang bekerja part time di cafe Milla mulai merasakan adany feeling terhadap Milla.  Lupus juga identik dengan vespanya yang mentereng waktu itu.






Kamis, 10 Mei 2012

TRIP TO DIENG PLATEAU

Akhir perkuliahan di semester 6 sudah selesai. Tiba saatnya untuk menyegarkan pikiran dengan liburan. Otak serasa panas setelah minggu – minggu terakhir digempur dengan berbagai tugas akhir dan tes akhir semester. Yeah inilah saatnya liburan kawan !!!! rencana liburan kali ini telah direncanakan jauh –jauh hari sebelum memasuki masa liburan. Objek tempat plesir kali ini adalah kampung halaman temanku sekelas.  Aku dan 5 temanku ( Azis, Reza, Eko somad, sugi a.k.a wanda, dan nofi ). Rencana kami adalah touring Temanggung – Wonosobo – Banjarnegara sekalian bersilaturahmi ketempat teman –teman  sekelas yang belum  pernah dikunjungi. Ya maklum kita sudah 3 tahun duduk bersama dalam bangku kuliah. Nah perjalanan yang mengasyikkan, menegangkan, dan melelahkan akan segera dimulai.

Hari 1 ( 18 April 2012 )
Perjalanan dimulai dengan berkumpul di kontrakan temanku sugi dan nofi  pada pukul 9 pagi. Seperti biasa jam karet jawa,  waktu kita berangkat menjadi molor karena suatu hal yang masih perlu dibahas. Kita merencanakan rumah teman mana saja yang akan dikunjungi, sebenarnya ingin semua dikunjungi tapi karena jarak yang memisahkan begitu sangat jauh jadi rencana diurungkan...hehehe. Selanjutnya kita bergegas menuju rumah si bos Azis untuk menjemputnya. Setelah berpamitan dan minta doa kepada orang tuanya  agar diberi keselamatan selama perjalanan, kita langsung meluncur ke Temanggung. Hampir 1,5 jam perjalanan melewati daerah dataran tinggi Getasan dan lereng Telomoyo sampai juga di tempat teman kami Eko Mariyanto. Kita disambut dengan senyuman hangat dari tuan rumah dan makan siang yang masih hangat juga pastinya..hahaha...terima kasih mas Eko buat jamuannya, lumayan ngirit ongkos makan,,hehe.. Setelah selesai sholat dan makan siang kita diajak untuk melihat bendungan kali Progo di dekat rumah mas eko. Sekedar melepas lelah dan menikmati angin semilir yang berhembus yang menyejukkkan seperti biasa selalu ada sesi mengabadikan moment dengan jepretan kamera yang hukumnya wajib bagi kami,,hehe..

                  

Bendungan Progo



















Karena hari sudah semakin akan sore kita bergegas kembali ke rumah eko dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju Wonosobo. Selama perjalanan dari Temanggung menuju Wonosobo kita sering berhenti ditepi jalan karena cuaca sedang tidak bersahabat kadang hujan kadang gak. Kondisi yang demikian membuat kami sering galau untuk melepas jas hujan atau tidak. Nah inilah aksi kami “RainCoat Boys” disaat menepi di sebuah toko di Parakan, Temanggung. 





Melanjutkan perjalanan, memasuki kawasan Wonosobo yang hawa –hawa dingin mulai terasa dan ditemani rintikan air hujan rencana kita mau mampir ke sebuah lapangan tempat dimana dulu pernah dijadikan lokasi syuting film “Preman in Love” yang dibintangi Tora Sudiro tapi karena hujan makin deras rencana mampir diurungkan. Kita   nekat untuk melanjutkan perjalanan  dengan keadaan yang sudah basah kuyup sekaligus berkabut dengan jarak pandang hanya 5 meter saja. Sepanjang perjalanan di Wonosobo memang banyak menguras tenaga apalagi melewati daerah dataran tinggi dengan jalan yang berkelok – kelok. Ada kejadian yang sedikit memicu adrenalin. Di jalan lurus sekitar daerah Sigaluh, Banjarnegara semua kendaraan melaju kencang. Tiba –tiba ada sebuah bus kecil yang hendak menyalip motor yang aku  kendarai, temanku somad memberi instruksi untuk menepi ke kiri karena bus itu mau menyalip tapi karena dari arah yang berlawanan kendaraan yang melaju juga kencang maka bus itu memepet motorku karena kaget aku menepi dan terperosok ke jalan yang penuh dengan genangan air sialnya kondisi jalan itu tak terlihat dan tidak rata untung saja kami tidak sampai jatuh tersungkur,,,alhamdulillah masih diberi keselamatan. Rintangan demi rintangan masih harus dilalui karena belum sampai di rumah temanku nofi. Sampai di Singomerto aku tertinggal jauh dengan 2 motor temanku yang sudah duluan. Gak kebayang betapa horor jalan yang dilewati melewati lereng –lereng bukit dengan penerangan hanya dari lampu motor. Saat itu sudah sangat sore dan mendung menjelang waktu maghrib. Jalan yang terus menanjak dan berkelok kembali menjadi tantangan terberat terlebih motorku yang tidak biasa untuk melewati jalanan seperti ini. Ada kejadian agak ngeri yang hampir terjadi dan memang tidak diinginkan. Aku berpapasan dengan tukang kayu yang baru pulang dari bekerja. Dalam kondisi hujan rintik –rintik mereka pulang dengan naik motor dan membawa gergaji yang panjangnya lebih dari 1 meter. Mereka tepat berada dibelakang motorku. Saat itu jalanan menanjak, maklum saja motorku ngos-ngosan seperti kakek –kakek kehabisan nafas. Dengan cepat aku pindah gigi 1 agar kuat menanjak,mungkin karena kaget tukang kayu itu kewalahan dalam menyalip dan hampir saja gergaji yang dibawa mengenai somad...hufht,,, untung kepala kami selamat,hampir saja kena gergaji kayu itu. Sangat melelahkan memang perjalanan yang ditempuh. Keadaan badan yang sudah menggigil karena daritadi kehujanan,akhirnya kami memutuskan untuk mampir dulu disebuah warung sekaligus untuk menghangatkan badan dan beristirahat sejenak.  Kopi dan mie ayam menjadi santapan kami sebelum melanjutkan perjalanan yang masih ditempuh kira –kira 30 menit lagi. Tampak raut wajah teman –teman yang sudah lelah dan lusuh kayak gombal.hehe.. kami berbincang –bincang sambil bercanda untuk melepas penat. Tampak Reza yang sudah tidak sabar untuk sampai di rumah nofi. Karena sepanjang perjalanan ia selalu menanyakan “ isih adoh po ra ? “ ya aku jawab aja “isih suwe karo adoh “...haha... Nofi menanyakan pada kami mau lewat mana jalan aman tapi jauh apa yang dekat tapi agak jelek jalannya. Reza bimbang ia sebenarnya memilih jalan aman tapi teman –teman mengajak untuk lewat jalur cepat saja dengan hati –hati. Akhirnya mau tidak mau Reza ya tetap ikut,,hehhe sabar bro sih adoh,,wkkwkwk.... Setelah  kondisi sudah segar dan siap kembali melanjutkan kita cabut dari warung menuju jalur tol alternatif gunung,,haha. Buset dah jalanan ini beda banget dari 2 tahun yang lalu sewaktu aku berkunjung kesini. Tambah yahud aja ini jalan. Jalan makin rusak tak karuan, berlumpur dan tanpa penerangan. Tantangan gak Cuma motor tapi olahraga malam juga bagi para pembonceng setia yang harus jalan kaki karena tidak memungkinkan naik dengan kondisi jalan seperti ini. Ya inilah sensasi ekspedisi malam kali ini, ekstrim, butuh konsentrasi karena kalo gak bisa –bisa masuk jurang,,,hahaha.. Akhirnya rintangan dari ekspedisi ini dapat terlewati, sampai juga di rumah nofi. Rasa lelah, letih , lesu, lunglai, bokong panas walau tubuh dingin, ngantuk dan lapar lagi semua bergabung menjadi satu. Namun ekspedisi malam ini seru, gokil, dan pastinya kebersamaan kami mengalahkan semua rasa yang telah dirasakan. Kami mulai membersihkan badan, makan dan isirahat karena masih ada  agenda yaitu nonton bareng liga champions dini hari nanti. Aku lihat teman –teman sudah bisa tidur nyenyak karena terdengar dari paduan suara ngorok dari mereka  dengan variasi masing –masing ada yang seperti bunyi hp yang bergetar malah,,,haha.. Apesnya aku gak bisa tidur nyenyak, malah pikiran sempat dihantui dengan tugas kuliah yang belum aku kumpulkan sampai akau mengigau gak jelas. Heran aneh juga inikan liburan kenapa masih kepikiran tugas kuliah,,,padahal semua sudah beres,,,hahaha...Mungkin ini efek –efek kuliah di minggu –minggu terakhir sering lembur dan tidur pagi yang sangat memeras otak untuk mengakhiri tugas dan tes di akhir semester 6. Oke teman saatnya berisirahat dengan tidak nyenyak.

Hari 2 (19 April 2012)
Emang dasar sudah tidak bisa tidur, mau dipaksakan tetap saja melek. Akhirnya tepat pukul 01.30 aku membangunkan nofi yang juga setengah tidur,haha. Kami beranjak dari sofa tempat tidur menuju depan tv untuk melihat pertandingan liga champions antara Chelsea vs Barcelona. Setelah back song terdengar anak –anak yang tidur di depan tv bergegas bangun untuk nonton bareng. Pasti yang paling semangat adalah Sugi karena tim kesayangannya sedang bermain. Anak – anak mulai mengeluarkan serangan mulut karena semua mendukung Barcelona dan terlihat permainannya mendominasi sepanjang pertandingan. Menit – menit awal Sugi dan pendukung Chelsea dibuat deg –deg an karena hampir saja gawang Petr Cech kebobolan, untung saja tiang gawang menjadi penyelamat. Bejo dan bejo itulah yang ada di sepakbola dan mitos jika kena tiang tim itu akan sial. Apakah terbukti? Sepanjang pertandingan dibombardir, Sugi hanya terdiam dan sok cool. Nah inilah yang ditunggu, Sugi sumringah karena justru Chelsea yang dapat memasukkan bola lewat serangan balik cepat dari Ramires dan sang aktor adalah Drogba yang menyambut umpannya. Teman –teman menggoda Sugi yang terlihat sudah lega dan nyaman dan hasil dari nobar ini adalah kemenangan Chelsea, wah pasti Sugi tidur dengan nyenyak. Agenda selanjutnya kami tidur kembali soalnya nanti harus pergi ke sebuah curug (air terjun) yang dekat dengan rumah Nofi dan menuju Dieng. Ya mungkin efek kelelahan, rencana kita molor karena anak –anak bangun kesiangan. Bergegas satu persatu mandi, tapi aku dan nofi tidak karena tahu pasti nanti sehabis pulang dari curug pasti mandi keringat....Pukul 8 pagi kita menuju curug dengan berjalan kaki. Letaknya memang dekat tapi sampai disananya minta ampun capeknya,hahaha.. Jalannya juga ekstrim , terjal, licin, dan bersemak liar. Kami  menuruni anak tangga demi anak tangga yang sudah tak terlihat karena sudah tak terawat dan tidak ada pengelolanya. Entah berapa anak tangga yang telah kami lewati dan setiap perjalanan kita berfoto mengabadikan momen yang mungkin tak akan terulang kembali..hehehe..Aku mengunjungi Curug ini sudah yang kedua kalinya. Oh ya nama curug ini adalah Curug Sikopel. Yang ada dalam pikiranku, mengapa tempat ini tidak dikelola dengan baik? Padahal obyek panorama disini memanjakan mata untuk berlama –lama menikmati keindahan alam. Hal yang berbeda dari dua tahun yang lalu adalah jalan menuju air terjun ini sangat sulit karena sebagian jalan telah ditumbuhi semak belukar yang menghambat perjalanan. Rasa capek terbayarkan dengan keindahan panorama air terjun yang kadang airnya membentuk bayangan pelangi dan angin sepoi –sepoi yang menghempas wajah yang menimbulkan kesegaran. Sambil menikmati suasana kami melakukan sesi pemotretan dengan fasilitas terbatas.

Nah inilah aksi kami






Setelah dirasa puas ya ini karena keterbatasan memori dalam kamera,,haha,, kami pulang ke rumah nofi. Oh damn!!! Hal yang paling berat adalah kita mesti naik keatas  lagi dengan sisa tenaga yang payah dikarenakan belum ada makanan yang masuk ke dalam perut. Rasanya sempoyongan karena terik matahari semakin menyengat badan dan keringat sudah mulai bercucuran dari dahi ibarat seorang atlet olahraga yang sedang menjalani latihan fisik. Pada akhirnya tiba juga di rumah dengan badan terasa lemas. Sambil menyeka keringat dan ngemil untuk mengisi perut sekaligus sarapan pagi satu persatu dari kami mulai mandi lagi. Oke ekspedisi di hari ini dimulai kembali. Setelah memanasi motor kami bergegas menuju Dieng agar tidak terlalu siang karena sudah jam 10 dan mengantisipasi kalo semisal diatas hujan. Jalan kali ini menanjak terus dan tantangannya sekarang adalah jalanan rusak, tidak rata, banyak batu besar, dan kiri dan kanan jalan tanah terasiring. Mau jadi apa kalo sampai bablas keluar jalur...hahha... sudah satu jam perjalanan, kita akan menuju ke kawah Sikidang dan Candi Arjuna tapi ternyata ada hadangan dari petugas entah itu petugas ilegal atau legal yang mengharuskan kami membayar 40 ribu untuk bisa masuk kesana. Maklum kita memang bolang irit jadi kami menolak untuk harga tiket. Karena pengalaman sebelumnya aku dan nofi lolos dari hadangan petugas jadinya gratis,,hehe... Karena harus membayar itulah, kami memutuskan untuk putar arah dan hanya obyek wisata Telaga Warna yang akan kami kunjungi. Sampai disana kami harus merogoh kocek 5 ribu rupiah untuk masuk ke telaga tersebut.  Aku kira hanya ada telaga saja, tapi setelah melihat peta lokasi ternyata di dalamnya ada objek lain yaitu 3 goa apa itu namanya aku lupa.

Nah inilah Telaga Warna yang dimaksud....

Telaga Warna
Ya warna airnya hijau, di dasarnya merupakan endapan dari tanah yang mengandung belerang. Terkadang bau belerang masih tercium menyengat di hidung. Keindahan panoramanya masih sangat alami dan cocok bagi yang sedang galau untuk menggalau ria dan menenangkan hati. Sekedar melihat –lihat sekeliling telaga untuk menyaksikan apa yang bisa dilihat mata,,haha... kamera rolling and Action !!!! kembali kita memanfaatkan momen yang akan jarang terjadi dalam hidup kami untuk diabadikan dan mungkin sebagai kenangan dan cerita anak cucu kelak.



















     
Nah setelah beberapa foto kita ambil kita melanjutkan mengelilingi daerah di sekitar telaga sambil bersendau gurau layaknya bujangan yang masih slengekan dan apa adanya. Tibalah kita di persimpangan jalan antara menuju 3 goa dan ternyata masih ada telaga lagi disana. Entah apa namanya lupa kami menyusuri jalan setapak menuju telaga tersebut. Ternyata sangat sepi pengunjung dan mungkin pada saat itu hanya kami ber 6 yang datang kesana. Hal itu mungkin karena tempatnya sudah tak terjaga dan pemandangannya kurang bagus juga tapi tempat tersebut suasananya enak, sejuk dan menenangkan. Kami duduk - duduk sebentar dan sekedar melepas lelah sejenak.





Ada hal yang terjadi di tempat ini, ketika kami hendak balik menuju tempat lain azis mendadak kembali ke telaga ini ternyata eh ternyata hp nya ketinggalan dan tergeletak di atas rerumputan,, tak kira baik bener ni bocah mau amal di telaga ,,hehhe.. next, kita pergi ke 3 gua yang ada disekitar telaga. Sekarang aku ingat nama gua tersebut soalnya habis lihat fotonya nah ini dia beberapa gua tersebut. Oh ya kita tidak bisa masuk ke dalam gua karena tempat itu terisolasi untuk khalayak umum mungkin karena dianggap tempat keramat.


 

Nah ini ada beberapa foto –foto kami sepanjang perjalanan dari 3 gua sampai kami akan meninggalkan Telaga Warna. Pengalaman yang wow banget yang tak akan terlupakan bersama kawan –kawanku yang super mantap ini,, ya walau bersama kentank – kentank semua..haha.. tapi tetap seru dan mungkin masih ada rencana – rencana kedepan untuk dolan bersama.. big thanks brother !!!


 






 


Eitssss !!! tunggu dulu cerita masih belum kelar, nanggung soalnya. Daripada gak dikelarin cerita hari ini.  Tujuan selanjutnya kami akan pulang ke rumah tapi kebetulan melewati sebuah obyek yaitu Candi Arjuna, niatan kami mau mampir tapi diurungkan karena ada penjaga yang sudah ada di parkiran maunya sih cari yang gratisan,,hehhee... Yah karena mungkin kita sudah jauh –jauh kesini dari Salatiga kita mampir dulu di sebuah Pasar yaitu Pasar Kalang Kobar untuk mencari oleh - oleh. Ternyata tidak ditemui tempat penjualan oleh -oleh khas daerah Banjarnegara dan hanya merupakan pasar biasa. Sempat kita terjebak hujan disana hampir setengah jam sambil menikmati panasnya mie ayam untuk menghangatkan tubuh karena cuaca pada saat itu sangat dingin. Karena hujan sudah reda perjalanan pulang ke rumah nofi dilanjutkan kami tidak melewati jalan seperti pada waktu berangkat karena mungkin beresiko bagi kami. Akhirnya sampai juga di rumah.Hari yang melelahkan pun terlalui,,,alhamdulillah.

Hari 3 ( 20 April 2012 )
Hari ini adalah hari terakhir kita melancong dalam agenda yang kami rencanakan. Pagi –pagi kami sudah packing –packing untuk kembali lagi ke kota Salatiga tercinta. Kami pulang lebih pagi karena hari ini adalah hari Jumat jadi kami mengejar waktu supaya nanti dapat melakukan Sholat Jumat. Setelah sarapan, kami berpamitan kepada orang tua Nofi dan sangat berterima kasih banyak karena telah menampung kami selama 2 malam kami menginap. Perjalanan pulang saat dari Banjarnegara kami mampir dulu di alun –alun kota untuk melihat –lihat keadaan sekitar. Selama perjalanan pulang emang lebih mudah karena jalanan sudah mulus kembali. Setelah berhenti sebentar kami melanjutkan perjalanan menuju kota Wonosobo. Rasa capek mulai terasa lagi –lagi kita rehat di alun –alun kota Wonosobo. Di bawah pohon Bringin yang rindang kita menikmati suasana alun –alun yang terlihat asri dengan sebotol teh sosro sesekali melihat gadis –gadis yang berlalu lalang untuk menjernihkan mata. Kami menghabiskan waktu di alun -alun untuk menunggu sholat Jumat dan berfoto bersama.


Suara adzan berkumandang kami bergegas menuju ke masjid. Hati dan pikiran selalu tenang setelah beribadah di masjid, kami bergerak untuk melanjutkan perjalanan. Kita mampir dulu di pusat oleh –oleh karena rasanya terasa kurang sudah pergi jauh –jauh sampai disini tidak bawa apa – apa dan sekaligus buat oleh –oleh keluarga. Aku membeli makanan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Karena penasaran dengan namanya Carica dan opak maka akhirnya aku beli 2 makanan tersebut. Carica itu seperti manisan yang dikemas seperti nata de coco dan ternyata rasanya mak nyus banget. Oleh –oleh telah di dapat kita melanjutkan perjalanan melewati Kota temanggung. Karena lapar melanda lagi –lagi kita mampir ke alun –alun kota. Nah ini alun –alun ketiga yang telah kami singgahi dan ini untuk yang ketiga kalinya kami makan mie ayam berturut –turut selama 3 hari,,,hahaha.. Perut kenyang, hati senang, tapi dompet menjadi malang,,hehe..  Ada kejadian yang aku masih ingat selama perjalanan di Temanggung. Oleh –oleh yang dibeli Azis jatuh ke jalan karena tidak dimasukkan ke dalam tas karena sudah tidak muat lagi. Untungnya kagak remek diterjang kendaraan lain yang melintas,,, Apa jadinya kalo sampai remek, pasti oleh –oleh remek yang akan diberikan Azis ke Ibunya...hehe.. Dari Temanggung kita pulang tidak melewati jalan yang sama seperti saat berangkat lewat Getasan, kita berbelok arah melewati Jalan Yogya –Semarang yang lebih landai dan banyak jalan lurus sehingga lebih terasa cepat.  Sampai di Pringsurat kami mengalami kendala karena hujan deras. Sepertinya motorku mulai ngambek mesin mengalami kendala yang menimbulkan suara tek etek –etek. Sepertinya ini karena mesin tervorsir perjalanan jauh sekali. Suaranya kayak kitiran ( kincir) yang membuat tidak nyaman. Gak peduli pokoknya yang ada dipikiran pengen cepet –cepet sampai di Salatiga. Akhirnya Pukul 16.00 sampai juga di kontrakan. Syukur kamis elamat dengan kondisi baik –baik saja. Tapi Nofi dan Azis belum juga sampai padahal mereka duluan yanga da di depan. Ternyata terjadi miskomunikasi, mereka sudah 30 menit menunggu di persimpangan jalan Banyubiru,tapi kami leat jalur berbeda sehingga tidak ketemu. Yeah inilah perjalanan kami menjadi bolang selama 3hari yang mengisi liburan di akhir semester 6. Okey thanks to my friends Azis, Nofi, Reza, Sugi, and Eko for the excited trip....

Minggu, 06 Mei 2012

Bimbingan dan Konseling

·         Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan : suatu proses pemberian bantuan.

Konseling : pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah.

·         Menurut ahli

ü  Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.

ü  Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

ü  Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.

ü  Jones (Insano, 2004 : 11) menyebutkan bahwa konseling merupakan suatu hubungan profesional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya.

ü  (Tolbert, dalam Prayitno 2004 : 101) Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat.

Jadi Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (tatap muka) oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada, sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, mandiri serta dapat merencanakan masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.

·      Perbandingan antara bimbingan dan konseling
1. Persamaan
    Persamaaan antara bimbingan dan konseling terletak pada tujuan akhirnya, yaitu :
a.       Berusaha untuk memandirikan individu.
b.      Diterapkan dalam program sekolah.
c.       Mengikuti norma yang berlaku di masyarakat tempat kegiatan tersebut dilaksanakan.

2     2. Perbedaan
a.       Dari segi isi kegiatan
Bimbingan lebih banyak berhubungan dengan usaha pemberian informasi dan kegiatan pengumpulan data tentang siswa dan lebih menekankan fungsi pencegahan, sedangkan konseling merupakan bantuan yang dilakukan dalam pertemuan tatap muka antara konselor dan konseli.
b.      Dari segi tenaga penyelenggara
Bimbingan dapat dilakukan oleh kepala sekolah, guru, orang tua, wali kelas, dan orang dewasa lainnya kepada individu yang memerlukannya, sedangkan konseling hanya dapat dilakukan oleh tenaga terdidik dan terlatih yang ahli di bidang konseling.

Sumber :