Enjoy your life !!!





Sabtu, 02 Februari 2013

Malam Selasa Nofi


“3 Porsi Nasgor Istimewa”

Cerita ini terjadi pada hari senin, 28 januari 2013. Yah tepatnya pada malam hari sesudah maghrib. Perut yang meraung – raung meminta belas kasihan dari empunya untuk diisi. Aku dan teman sepermainan kontrakan yang tak mau aku tuliskan satu persatu berniat dan akan  dinner bareng. Haha. Rencana kami akan makan penyet, namun setelah menuju tkp kami kehilangan selera bukan karena masakannnya tidak enak tapi karena antrinya. Rombongan kami akhirnya menuju ke TKP kedua ternyata hal itu sama saja malah lebih banyak antrinya. Beberapa teman sudah nyemplung ke dalam. Berhubung aku, nofi,nopi, azis, dan miftah(sekarang aku sebutin biar kami yang dimaksud terdeteksi) masih di area parkir kami memilih untuk pindah daripada perut malah nangis gak sabaran diisi. Tibalah kita di tempat yang memang sudah tidak asing lagi di warung nasgor NackNuk,ealah lama tidak kesitu jarak tempat lesehan dan tempat penggorengan sudah bergeser sejauh 15 meter. Satu persatu porsi sudah dipesan kami menunggu sambil berbincang membicarakan masa depan  sebagai mahasiswa tingkat akhir. 


Tak lama kemudian datanglah satu teman yang tertinggal dari kontrakan yakni Tri. Dengan wajah tertekuk – tekuk dan tak ceria menghampiri kami untuk ikut makan bareng. Ada apa gerangan dengan Tri? Semenjak kami bercanda ia hanya diam membisu seperti ada masalah yang dipendam. Satu persatu dari kami tak ada yang mampu membuatnya tersenyum. Ia tak mau bercerita sedikitpun. Suasana pun mencair dengan pergantian topik seputar manuk. Karena manuk tri dapat mulai tersenyum kembali mungkin ia memang penyayang manuk sejati. Habis sudah santapan kami, perut sedikit terganjal dan kami merasa masih belum kenyang. Sejenak kami menghela nafas dan menikmati indahnya malam dengan angin yang semribit. Miftah dan Tri yang notabene dulu seperti kakak dan adik entah sekarang bagaimana status mereka mulai cabut dari peredaran karena punya urusan terselubung. Hanya tinggal kami ber empat yang masih menikmati suasana malam itu di pinggir jalan.
 
Terjadilah percakapan di antara kami(dengan sedikit editing tidak seperti aslinya)

Nopi : “wah rasane kok kurang yo?”
Nofi : “iyooo...nasgor e sitik banget ra koyo biasane”
Azis : “lha opo meh tambah?”
Weka : “opo ganti panggon mangan neh ben wareg?”
Nopi : “wah aku wae loro meneh sih sanggup, sih muat ning weteng”
Nofi : “nek rasane jek ngeleh ngene ki, telu meneh yo sanggup ning dibayari”
Azis : “ah tenane kono nop bayari cah e”
Nopi : “tenan? Nek iyo tak bayari telung porsi nasgor ayam tapi kudu entek”
Nofi : “iyo tenan bayaren(pasang muka kelaparan seminggu tidak makan)”

Sejenak terjadi perdebatan dan perjanjian antara kedua kubu. Perjanjianya adalah jika nofi sanggup menyikat 3 porsi maka ia dibayari nopi tapi jika tidak sanggup bayar sendiri.

Nopi : “piye tenan ra ki, nek tenan lek tak pesenke”
Nofi : “iyo kono pesenke saiki”
Nopi : “oke siap(dengan langkah mantap memesankan tantangan buat  nopi”

Nopi menuju ke ibu penjual nasgor dan benar – benar memesankan tiga nasgor special untuk nofi.

Azis : “wah tenanan ki cah e mesenke nof,mesti ki kae nopi gek ngomong nek segone ken nambahi ”
Weka : “heeh kae mesti pesen sing pedes ben koe ra entek”
Nofi : ”wah iyo ki mesti dipesenke ben aku ra entek”
Nopi kembali dari memesan....
Nopi : “wes tak pesenke kae,tunggu sek ya.”
Azis : “iki kejutan yak e nop koe gelem bayari”
Nopi : “mumpung duit e sih akeh 30 rb sing dikei nofi mau,haha”
Nofi :”lha kok ra dipesenke ombe, yo sereten ki(sambil menuangkan minuman nopi ke dalam gelasnya)”
Nopi : “lha kan perjanjiane ora karo ombe”


Sejenak menunggu tantangan di mulai,yang kami rasakan memang sebelumnya terasa kurang dan rasa lapar masih menggelayuti. Tapi  ternyata rasa itu hilang setelah nasgor itu turun ke perut.
Yang di tunggu – tunggu akhirnya datang juga tiga nasgor special. Perlahan – lahan nofi menyantap satu porsi itu, kami tertawa geli melihat tingkahnya yang memang sudah terlanjur menerima tantangan. Ya nasi sudah menjadi bubur eh salah nasi telah menjadi nasgor ayam.

Nopi : “delokke wae rasane wes wareg opo neh nek mangan”
Azis : “mau rasane ki ngeleh tapi gara – gara ngekek terus dadi ra krasa neh”
Weka : “saiki wes medun segone wareg opo neh nyawang nofi mangan”
Nofi : “iyo asem tenan ik, ketoke aku nyerah ki ra kuat neh”

Kami semua tertawa antara prihatin dan lucu melihat bocah yang satu ini. Prihatin karena ia harus menghabiskan atau bayar semua yang dipesan. Singkat cerita ia melambaikan bendera putih. Nofi menyerah dengan hanya menghabiskan satu porsi lebih sedikit. Ia akhirnya membayar lunas tanpa kredit tiga nasgor specialnya. Sedikit candaan di malam itu yang mungkin akan menjadi sebagian cerita bersejarah kami. Tak lupa saya sampaikan beberapa hikmah dari cerita ini dan mungkin juga buat nofi, hehe :D

Pertimbangkan sesuatu apa yang sekiranya bisa dan sanggup dilakukan tanpa memaksakan diri
Belajar dari pengalaman, walau pengalaman pahit
Janganlah berlebihan, berlebihan itu baik jika dalam situasi dan kondisi yang tepat
MENSANA IN CORPORE SANO....sampai jumpa di kesempatan yang lain.

0 komentar: